BREAKING NEWS
Minggu, 17 Mei 2026

Orang Desa Tidak Pakai Dolar dan Retorika Populis Prabowo

BITV Admin - Minggu, 17 Mei 2026 13:56 WIB
Orang Desa Tidak Pakai Dolar dan Retorika Populis Prabowo
Presiden Prabowo Subianto. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Melalui pengertian tersebut, pemimpin tidak perlu terlalu teknokratis atau kaku; ia cukup menciptakan kedekatan simbolik.

Kumpulan tuntutan yang sebelumnya tercerai-berai dileburkan melalui ikatan emosional menjadi satu identitas bersama yang besar yakni "rakyat" (the people).

Maka lahirlah bahasa politik yang sederhana, spontan, mudah viral, dan emosional. Namun sejarah menunjukkan bahwa retorika populis sering kali menjadi serigala berbulu domba.

Ini mengartikan bahwa retorika populis menjadi selimut bagi kegagalan negara membaca persoalan secara jujur.

Politik Tontonan dan Krisis Rasionalitas

Pidato Presiden Prabowo di Nganjuk memperlihatkan perubahan besar dalam politik Indonesia kontemporer: dari politik gagasan menuju politik tontonan.

Yang viral lebih menentukan daripada yang substantif. Potongan video "orang desa tidak pakai dolar" jauh lebih ramai dibicarakan dibanding desain konkret Koperasi Merah Putih yang diresmikan hari itu.

Dalam The Society of the Spectacle, Guy Debord mengingatkan bahwa masyarakat modern perlahan menggantikan realitas dengan citra (Debord, 1967).

Debord mengkritik bagaimana kapitalisme modern mengubah pengalaman hidup yang otentik menjadi sekadar tontonan atau citra.

Hubungan antarmanusia tidak lagi langsung, melainkan dimediasi oleh representasi visual atau citra, yang mengaburkan batas antara realitas dan ilusi.

Dalam hal ini, politik berubah menjadi panggung pertunjukan. Kekuasaan tidak lagi bekerja melalui argumentasi rasional, tetapi melalui produksi simbol dan emosi.

Apa yang terjadi di Nganjuk adalah contoh sempurna dari politik spektakel itu. Presiden tidak sedang berbicara sebagai ekonom negara, melainkan sebagai komunikator populis yang memahami logika media sosial.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Hadiri Kontes Burung Berkicau di Medan, Singgung Lagu Viral ‘Kicau Mania’
Pengamat Soroti Program MBG Prabowo: Bagus, Tapi Terlalu Dipaksakan
Pengamat: Ketergantungan PSI pada Jokowi Bisa Jadi Bumerang di Pemilu 2029
Baik-Buruk Indonesia
Harga Batu Bara Melonjak! Strategi India Ini Jadi Pemicu Utama
Ketua Badan Kehormatan Bela Anggota DPRD Jember Merokok Saat Rapat: Apa Bedanya dengan Ngopi dan Makan? Tembakau Identitas Masyarakat Setempat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru