BREAKING NEWS
Minggu, 17 Mei 2026

Orang Desa Tidak Pakai Dolar dan Retorika Populis Prabowo

BITV Admin - Minggu, 17 Mei 2026 13:56 WIB
Orang Desa Tidak Pakai Dolar dan Retorika Populis Prabowo
Presiden Prabowo Subianto. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Pemikiran Karl Marx dalam Capital relevan untuk membaca situasi ini. Marx menunjukkan bahwa kapitalisme modern bekerja bukan hanya di pusat industri, tetapi menembus hingga ruang-ruang paling terluar dari pusat kehidupan manusia (Marx, 1867).

Tidak ada ruang yang benar-benar netral dari logika pasar global. Desa Indonesia hari ini telah terintegrasi dalam rantai kapitalisme internasional: dari pupuk, benih, hingga distribusi pangan.

Karena itu, pernyataan "orang desa tidak pakai dolar" justru memperlihatkan jarak antara retorika negara dan realitas sosial rakyat.

Yang dibutuhkan rakyat desa bukan romantisme populis, melainkan kebijakan konkret: stabilitas harga pangan, subsidi pupuk yang tepat sasaran, perlindungan pasar petani, dan reformasi distribusi ekonomi.

Di titik ini, pidato Presiden Prabowo menjadi cermin dilema besar politik Indonesia hari ini: antara kebutuhan akan harapan dan kewajiban mengatakan kenyataan.

Sejarah berkali-kali mengajarkan satu hal: rakyat mungkin bisa diyakinkan untuk melupakan angka kurs dolar, tetapi mereka tidak pernah bisa dibohongi ketika harga kebutuhan pokok terus naik di pasar desa. Populisme selalu menjanjikan kenyamanan emosional. Tetapi ekonomi tidak bekerja berdasarkan tepuk tangan.* (nasional.kompas.com)


*) Penulis adalah Associate NGO, Associate Jurnal Prisma

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Hadiri Kontes Burung Berkicau di Medan, Singgung Lagu Viral ‘Kicau Mania’
Pengamat Soroti Program MBG Prabowo: Bagus, Tapi Terlalu Dipaksakan
Pengamat: Ketergantungan PSI pada Jokowi Bisa Jadi Bumerang di Pemilu 2029
Baik-Buruk Indonesia
Harga Batu Bara Melonjak! Strategi India Ini Jadi Pemicu Utama
Ketua Badan Kehormatan Bela Anggota DPRD Jember Merokok Saat Rapat: Apa Bedanya dengan Ngopi dan Makan? Tembakau Identitas Masyarakat Setempat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru