Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Oleh:Virdika Rizky Utama
NEGARA tidak pernah hanya memberi nama. Negara memberi tempat kepada sesuatu dengan cara menamainya.
Sebelum ada nama, makan siang hanyalah makan siang. Anak lapar hanyalah anak lapar. Dapur sekolah hanyalah dapur sekolah.
Baca Juga:
Sesudah negara datang, semua memperoleh kedudukan baru. Makan menjadi program. Lapar menjadi sasaran. Dapur menjadi satuan pelayanan. Anak menjadi penerima manfaat.
Orang yang memasak menjadi pelaksana. Orang yang mengatur menjadi pejabat. Orang yang dekat dengan pengaturan menjadi penting.
Begitulah Makan Bergizi Gratis (MBG) masuk ke dalam kehidupan publik.
Tidak sebagai piring, melainkan sebagai susunan.
Di depannya ada anak. Di belakangnya ada presiden, badan, jabatan, mitra, yayasan, verifikasi, insentif, dan bahasa yang membuat semua itu tampak teknis.
Negara memang sering bekerja dengan cara seperti itu.
Sesuatu yang sederhana diambil dari kehidupan sehari-hari, lalu dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk yang lebih besar, lebih resmi, dan lebih sulit disentuh.
Anak lapar bukan karangan. Di banyak rumah, makan pagi masih bergantung pada sisa malam. Protein masih menjadi perkara hitungan.
Telur tidak selalu hadir sebagai lauk. Susu lebih sering hadir sebagai iklan daripada kebiasaan.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.