Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Kejaksaan Agung menyebutnya dugaan korupsi tata kelola MBG. Kata tata kelola terdengar dingin, hampir sopan.
Tetapi dalam program seperti ini, tata kelola adalah pusat perkara. Di sanalah pintu dibuka. Di sanalah nama masuk.
Di sanalah yayasan dianggap memenuhi syarat. Di sanalah verifikasi dapat menjadi seleksi atau pembenaran.
Di sanalah insentif berubah dari biaya pelaksanaan menjadi godaan kekuasaan.
Dadan tidak penting hanya karena namanya. Sony dan Lodewyk juga tidak penting hanya karena jabatan mereka.
Mereka penting karena berada di dalam badan yang menghubungkan janji presiden dengan piring anak.
Perkara mereka memperlihatkan bahwa jarak antara istana dan sekolah tidak pernah kosong.
Jarak itu diisi oleh dokumen, keputusan, hubungan, tanda tangan, portal, atensi, and orang-orang yang tahu cara membaca kehendak program.
Makanan tidak berjalan lurus dari negara kepada anak. Makanan melewati mesin. Mesin itu mempunyai selera sendiri.
Sesudah Dadan jatuh, negara memainkan adegan yang sangat dikenal. Nama lama pergi. Nama baru datang. Istana tampak bergerak.
Program dinyatakan tetap berjalan. Seolah-olah kerusakan sudah dipisahkan dari tubuh program.
Di Indonesia, penggantian orang sering menjadi cara agar bentuk tidak terlalu lama diperiksa. Seorang pejabat dijadikan tempat berhentinya kemarahan.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.