BREAKING NEWS
Kamis, 04 Juni 2026

Piring Anak, Gengsi Presiden

BITV Admin - Kamis, 04 Juni 2026 13:44 WIB
Piring Anak, Gengsi Presiden
Dadan Hindayana eks Kepala BGN berompi merah jambu di Kejagung RI, 3 Juni 2026. (foto: Kejagung)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Menunda perluasan agar pengetahuan sempat tumbuh. Pekerjaan seperti itu tidak memberi presiden monumen. Mungkin justru karena itu pekerjaan tersebut lebih dekat kepada republik.

Presiden berada di pusat persoalan ini bukan karena setiap lauk harus dihitung olehnya. Presiden berada di pusat karena program ini menyerap makna dari dirinya.

Jika program berhasil, gambar anak makan kembali kepada presiden sebagai bukti kehadiran. Jika program rusak, kerusakan itu tidak bisa sepenuhnya dibuang kepada bawahan.

Keuntungan simbolik and tanggung jawab simbolik datang dari sumber yang sama. Dadan, Sony, dan Lodewyk dapat menjadi perkara hukum.

Nanik dapat menjadi nama administratif berikutnya. Kejaksaan dapat meneruskan berkas. Istana dapat menyusun kalimat pembenahan. Semua itu gerak biasa negara setelah skandal.

Tetapi gerak biasa terlalu kecil untuk masalah ini. MBG bukan lagi sekadar program yang mengalami penyimpangan.

MBG telah menjadi cermin tentang cara kekuasaan melihat rakyat kecil. Rakyat kecil dilihat sebagai tubuh yang perlu diurus, sekaligus sebagai panggung yang berguna.

Program ini, dalam bentuk sekarang, telah selesai secara politik sebelum selesai secara administratif. Nama besarnya masih dapat dipertahankan.

Anggarannya masih dapat dialirkan. Kepala badannya masih dapat diganti. Dapurnya masih dapat dibuka. Anak-anak masih dapat difoto.

Tetapi kepercayaan yang dibutuhkan oleh program sosial sudah retak di tempat yang paling sulit diperbaiki. Retak itu berada pada hubungan antara hak anak and gengsi presiden.

Jika negara sungguh ingin mengurus gizi, negara harus turun dari panggung pemberian. Tidak ada lagi presiden sebagai sumber makanan.

Tidak ada lagi badan sebagai monumen janji. Tidak ada lagi loyalitas sebagai pengganti kecakapan. Tidak ada lagi gratis sebagai kabut atas biaya publik.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menatap Babak Baru MBG
PKS SGAM Jelaskan Alasan Harga TBS Sawit Tidak Selalu Sama dengan Daerah Lain
Tertinggi dalam Sejarah Pengadaan Pangan Nasional! BULOG Serap 3 Juta Ton Gabah dan Beras Petani, Sumut Serap Hampir 15 Ribu Ton
Disbunnak Tanjab Timur Sidak PKS, Pastikan Harga TBS Sawit Sesuai Ketetapan Pemerintah
Kejagung Sebut Dadan Hindayana Cs Bersekongkol dalam Korupsi Program MBG
Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Ditahan, KPK Ungkap Dugaan Pemerasan di Kasus Imigrasi Capai Ratusan Miliar Rupiah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Piring Anak, Gengsi Presiden

Piring Anak, Gengsi Presiden

OlehVirdika Rizky UtamaNEGARA tidak pernah hanya memberi nama. Negara memberi tempat kepada sesuatu dengan cara menamainya. Sebelum ada nam

OPINI
Menatap Babak Baru MBG

Menatap Babak Baru MBG

Oleh Yakub F. IsmailUJIAN penting kini menghinggapi program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul kabar pencopotan Kepala Badan Gizi Na

OPINI