Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Menunda perluasan agar pengetahuan sempat tumbuh. Pekerjaan seperti itu tidak memberi presiden monumen. Mungkin justru karena itu pekerjaan tersebut lebih dekat kepada republik.
Presiden berada di pusat persoalan ini bukan karena setiap lauk harus dihitung olehnya. Presiden berada di pusat karena program ini menyerap makna dari dirinya.
Jika program berhasil, gambar anak makan kembali kepada presiden sebagai bukti kehadiran. Jika program rusak, kerusakan itu tidak bisa sepenuhnya dibuang kepada bawahan.
Keuntungan simbolik and tanggung jawab simbolik datang dari sumber yang sama. Dadan, Sony, dan Lodewyk dapat menjadi perkara hukum.
Nanik dapat menjadi nama administratif berikutnya. Kejaksaan dapat meneruskan berkas. Istana dapat menyusun kalimat pembenahan. Semua itu gerak biasa negara setelah skandal.
Tetapi gerak biasa terlalu kecil untuk masalah ini. MBG bukan lagi sekadar program yang mengalami penyimpangan.
MBG telah menjadi cermin tentang cara kekuasaan melihat rakyat kecil. Rakyat kecil dilihat sebagai tubuh yang perlu diurus, sekaligus sebagai panggung yang berguna.
Program ini, dalam bentuk sekarang, telah selesai secara politik sebelum selesai secara administratif. Nama besarnya masih dapat dipertahankan.
Anggarannya masih dapat dialirkan. Kepala badannya masih dapat diganti. Dapurnya masih dapat dibuka. Anak-anak masih dapat difoto.
Tetapi kepercayaan yang dibutuhkan oleh program sosial sudah retak di tempat yang paling sulit diperbaiki. Retak itu berada pada hubungan antara hak anak and gengsi presiden.
Jika negara sungguh ingin mengurus gizi, negara harus turun dari panggung pemberian. Tidak ada lagi presiden sebagai sumber makanan.
Tidak ada lagi badan sebagai monumen janji. Tidak ada lagi loyalitas sebagai pengganti kecakapan. Tidak ada lagi gratis sebagai kabut atas biaya publik.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.