Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Audit dapat terlihat seperti gangguan. Kritik dapat terlihat seperti serangan kepada janji. Penundaan dapat terlihat seperti pengkhianatan kepada anak.
Dalam keadaan seperti itu, program sosial berubah menjadi benda setengah sakral. Orang boleh membicarakan teknisnya, tetapi jangan menyentuh maknanya.
Orang boleh mengeluh soal nasi, tetapi jangan menggugat hubungan antara nasi dan presiden.
Di sinilah kasus Dadan, Sony, dan Lodewyk mengubah keadaan. Perkara itu datang terlalu dekat dengan pusat untuk disebut gangguan pinggir.
Dugaan itu menyangkut tata kelola, bukan hanya makanan basi atau dapur terlambat. Dugaan itu menyangkut yayasan, verifikasi, and insentif, bukan sekadar kesalahan lapangan.
Setelah itu, program ini tidak lagi bisa berjalan seolah hanya perlu dirapikan. Kepercayaan retak bukan di pinggir piring, melainkan di jalan menuju piring.
Menghentikan MBG dalam bentuk sekarang bukan soal menolak anak makan. Itu cara memisahkan anak dari program yang sudah terlalu penuh oleh kepentingan orang dewasa.
Anak lapar tetap ada tanpa MBG. Daerah stunting tetap ada tanpa MBG.
Sekolah terpencil tetap ada tanpa MBG. Keluarga miskin tetap ada tanpa MBG. Semua itu bahkan lebih tua daripada nama program ini.
Keliru jika negara membuat seolah-olah hak anak hanya bisa hidup melalui satu proyek yang sedang dipertahankan oleh presiden.
Negara dapat kembali kepada pekerjaan yang lebih kecil dan lebih tidak menarik untuk dipotret. Mencari anak yang paling rentan. Membuka data. Memeriksa dapur lokal.
Menghubungkan sekolah dengan puskesmas. Membiarkan orang tua mengawasi. Membuat belanja yang dapat dilihat. Mengurangi skala agar kesalahan terlihat.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.