BREAKING NEWS
Jumat, 05 Juni 2026

Partai Politik dan Kerupuk Kulit

BITV Admin - Jumat, 05 Juni 2026 08:52 WIB
Partai Politik dan Kerupuk Kulit
Ilustrasi kerupuk kulit. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh: Muhammad Yazid Al-Faizi

SERING kita bayangkan partai politik sebagai benteng terakhir gagasan besar bangsa.

Gedung-gedung mewah dengan papan nama partai seharusnya menjadi tempat para pemikir merumuskan masa depan negara, menjaga moral, dan menjadi filter integritas nasional.

Baca Juga:

Sayangnya, gambaran ideal itu ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan.

Begitu musim pemilu tiba, realitas justru berputar 180 derajat. Alih-alih perdebatan gagasan, kita hanya dipaksa menjadi penonton drama absurd.

Politisi berubah warna layaknya bunglon, melompat dari satu perahu ke perahu lain hanya dalam hitungan malam.

Akibatnya, partai politik yang seharusnya menjadi penjaga gawang nilai demokrasi, kini justru berubah fungsi menjadi sekadar penyalur bantuan sosial.

Fenomena ini membuat partai-partai persis seperti kerupuk kulit yang dipajang di etalase kaca yang megah, ia mengembang besar, memikat mata, dan tampak begitu kokoh di balik cahaya lampu yang redup.

Namun, saat kita masuk ke dalam toko dan mencoba menggigitnya, kerupuk itu renyah sesaat, hancur menjadi bubuk, dan ternyata kosong di dalam.

Celakanya, ideologi yang mereka klaim hanyalah pembungkus plastik yang sekadar memberi label, padahal isinya hampa.

Narasi nasionalis atau agamis yang mereka usung hanyalah bumbu penyedap yang ditaburkan agar tampak menggugah selera.

Bedanya, kerupuk di toko hanya merugikan uang kita beberapa ribu rupiah, sementara "kerupuk" di Senayan telah menelan anggaran miliaran rupiah hanya untuk membiayai kehampaan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Said Iqbal Berpeluang Masuk Kabinet Prabowo, Istana: Masih Dalam Pembahasan
Piring Anak, Gengsi Presiden
Harga Emas Anjlok Lagi! Antam Tembus Rp2,75 Juta, Ini Penyebabnya
Rupiah Kian Terpuruk, Tembus Rp17.998 per Dolar AS!
Di Balik Kasus BGN: Rapuhnya Sistem Merit Birokrasi
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.887 per Dolar AS, Tekanan Geopolitik Jadi Sentimen Utama
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru