BREAKING NEWS
Jumat, 05 Juni 2026

Partai Politik dan Kerupuk Kulit

BITV Admin - Jumat, 05 Juni 2026 08:52 WIB
Partai Politik dan Kerupuk Kulit
Ilustrasi kerupuk kulit. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Lucunya, batas ini sering menjadi panggung sandiwara. Partai nasionalis mendadak ingin terlihat agamis, begitu pula sebaliknya.

Sebagaimana PDIP dengan Bamusi-nya, atau partai-partai lain yang sering berubah haluan ideologi menyesuaikan arah angin kekuasaan.

Sebaliknya, partai berbasis agama mencoba mengampanyekan narasi keterbukaan, seperti PKS dengan KTA non-muslimnya, atau PAN dan PKB yang secara konsisten mencoba mengaburkan batas tradisional demi mengejar suara pemilih perkotaan yang lebih moderat.

Perkawinan paksa identitas ini hanyalah sentimen luar demi kepentingan elektoral yang dadakan.

Mereka seperti kerupuk kulit yang diberi bumbu pedas agar pembeli tidak menyadari bahwa sebenarnya tidak ada "daging" kebijakan yang bisa dikunyah di sana.

Kondisi ini bertolak belakang dengan demokrasi di Eropa. Di sana, partai adalah "restoran" yang menawarkan menu kebijakan yang jelas.

Partai Buruh (Labour Party) di Inggris secara tegas memperjuangkan layanan publik yang merata, sementara Partai Konservatif (Conservatives Party) memilih pasar bebas.

Di Belanda, kejelasan isu melahirkan Partai untuk Hewan (Partij voor de Dieren) yang fokus pada hak satwa dan lingkungan.

Di sana, pemilih tahu persis agenda kebijakan yang mereka "beli", sementara pemilih Indonesia hanya disuguhi jargon permukaan tanpa tahu sikap konkret partai terhadap isu harian mereka.

Jebakan identitas ini diperparah oleh desain sistem politik kita yang belum matang.

Meskipun sistem proporsional terbuka adalah wujud kedaulatan rakyat untuk memilih wakilnya secara langsung, praktiknya justru menciptakan anomali.

Alih-alih memperkuat ikatan antara pemilih dan wakilnya, sistem ini justru memaksa calon legislatif bertarung brutal secara individual.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Said Iqbal Berpeluang Masuk Kabinet Prabowo, Istana: Masih Dalam Pembahasan
Piring Anak, Gengsi Presiden
Harga Emas Anjlok Lagi! Antam Tembus Rp2,75 Juta, Ini Penyebabnya
Rupiah Kian Terpuruk, Tembus Rp17.998 per Dolar AS!
Di Balik Kasus BGN: Rapuhnya Sistem Merit Birokrasi
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.887 per Dolar AS, Tekanan Geopolitik Jadi Sentimen Utama
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru