Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Karena itu, penghematan baru memiliki makna apabila mampu mengubah cara kerja birokrasi menjadi lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam administrasi publik, gagasan tersebut dikenal sebagai Value for Money.
Prinsip ini mengajarkan bahwa uang negara tidak cukup hanya dibelanjakan secara hemat (economy) atau efisien (efficiency), tetapi juga harus menghasilkan manfaat yang nyata (effectiveness).
Dengan kata lain, ukuran keberhasilan bukan terletak pada kecilnya biaya yang dikeluarkan, melainkan pada besarnya nilai yang dihasilkan bagi masyarakat.
Pemikiran itu kemudian dikembangkan lebih jauh oleh Mark H. Moore melalui konsep Public Value.
Menurutnya, organisasi publik dinilai berhasil apabila mampu menciptakan manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar menunjukkan laporan keuangan yang baik. P
emerintah memperoleh legitimasi bukan karena mampu menghemat anggaran, tetapi karena mampu menyelesaikan persoalan publik secara efektif.
Pandangan tersebut sejalan dengan pendekatan Bank Dunia (World Bank) melalui indikator Government Effectiveness dalam Worldwide Governance Indicators.
Yang diukur bukan besarnya anggaran yang dihemat, melainkan kualitas pelayanan publik, profesionalisme aparatur berdasarkan meritokrasi keahlian/kompetensi, kualitas kebijakan yang bermanfaat langsung ke masyarakat, dan konsistensi pelaksanaannya.
Artinya, birokrasi modern dinilai dari hasil yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar dari kemampuan mengurangi pengeluaran.
Cara pandang ini penting karena masyarakat sesungguhnya tidak pernah menikmati angka efisiensi.
Yang mereka rasakan adalah apakah mengurus izin masih memerlukan waktu berminggu-minggu, apakah layanan kesehatan semakin mudah diakses, apakah bantuan sosial diterima tepat waktu, atau apakah dunia usaha memperoleh kepastian dalam berinvestasi.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.