BREAKING NEWS
Sabtu, 18 Juli 2026

Ketika Efisiensi Harus Menghasilkan Manfaat

Administrator - Sabtu, 18 Juli 2026 09:53 WIB
Ketika Efisiensi Harus Menghasilkan Manfaat
IGN Agung Y. Endrawan, SH, MH, CCFA, seorang praktisi hukum, pengamat kebijakan publik, dan mantan Asisten Komisioner di KASN periode 2020–2024, juga pernah menjabat sebagai Direktur Kebijakan Bakamla. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Penyederhanaan regulasi, digitalisasi pelayanan, peningkatan kualitas kelembagaan, serta penciptaan iklim investasi yang lebih kondusif menjadi bagian penting dari reformasi administrasi publik.

Hasilnya tercermin dalam International Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Ranking 2026.

Singapura menempati peringkat pertama dunia, Malaysia berada pada peringkat ke-15, sedangkan Indonesia berada pada peringkat ke-48.

Salah satu dimensi yang dinilai adalah government efficiency, yaitu efektivitas pemerintah dalam membangun regulasi yang berkualitas, birokrasi - komunikasi publik yang responsif, dan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Perbandingan tersebut bukan untuk menempatkan Indonesia sebagai negara yang tertinggal, melainkan sebagai pengingat bahwa daya saing nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran pembangunan.

Daya saing sangat dipengaruhi oleh kualitas institusi, kepastian regulasi, kecepatan pelayanan, dan kemampuan birokrasi mengambil keputusan secara efektif.

Indonesia sebenarnya telah bergerak ke arah yang benar.

Berbagai layanan publik kini semakin terdigitalisasi, mulai dari sistem perizinan berusaha berbasis risiko melalui Online Single Submission (OSS), administrasi kependudukan, hingga pengembangan Mal Pelayanan Publik di berbagai daerah.

Langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk membangun birokrasi yang lebih modern.

Namun, digitalisasi bukanlah tujuan akhir. Teknologi hanya menjadi alat.

Apabila prosedur yang panjang, tumpang tindih kewenangan, dan koordinasi yang lambat masih dipertahankan, maka pelayanan publik tidak akan banyak berubah.

Birokrasi yang rumit tetap akan menjadi rumit, hanya medianya yang berganti dari kertas menjadi layar komputer.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Transaksi Koperasi Desa Merah Putih Tembus Rp56,8 Miliar, Pupuk Jadi Komoditas Penjualan Terbesar
Dubes Prancis Terpukau Pesona Situs Megalitik Nias, Tertarik Perkuat Kerja Sama Pariwisata: Luar Biasa!
Pemko dan Kemenag Tanjungbalai Gelar Gerakan Indonesia Berkiblat 2026, Manfaatkan Fenomena Rashdul Kiblat
Bupati Asahan Buka Expo Inovasi Universitas Asahan 2026, Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemerintah Bangun Daerah
Bupati Labuhanbatu Selatan Luncurkan JUMPA BERLIAN, Gerakan Jumat Bersih Wujudkan Lingkungan Sehat
Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Wakil Bupati Batu Bara Ajak ASN Bekerja Tulus dan Berintegritas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru