Tak Lagi Abu-Abu, Status Pembela HAM Resmi Diakui Negara!
BANDUNG Pemerintah memastikan Rancangan UndangUndang tentang Hak Asasi Manusia (RUU HAM) akan memberikan pengakuan dan perlindungan huk
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA –Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta melaporkan adanya lonjakan signifikan dalam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun 2024. Sampai dengan Oktober 2024, tercatat 238 kasus DBD, dan dua kasus tambahan dilaporkan pada bulan November ini, menjadikan totalnya mencapai 240 kasus. Kenaikan ini menunjukkan angka peningkatan sebesar 172,73 persen dibandingkan dengan tahun 2023, yang hanya tercatat 88 kasus.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu, mengungkapkan bahwa meskipun kasus DBD tersebar hampir di seluruh wilayah Yogyakarta, terdapat beberapa kelurahan yang paling terdampak. Kelurahan Sorosutan tercatat sebagai wilayah dengan kasus DBD terbanyak, mencapai 17 kasus, diikuti Kelurahan Kricak dengan 15 kasus, dan Wirogunan dengan 14 kasus.
“Angka kasus DBD ini memang cukup signifikan. Peningkatan ini juga terpantau di hampir seluruh wilayah Indonesia,” kata Endang, pada Rabu (13/11).
Penyebaran DBD di Yogyakarta cukup merata, meskipun ada fluktuasi angka yang terlihat di beberapa kelurahan. Sebagian besar penderita DBD adalah anak-anak, termasuk balita usia 1 hingga 4 tahun. Berdasarkan laporan Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS), semua pasien yang dirawat inap di rumah sakit akibat DBD telah berhasil sembuh.
“Usia 7-12 tahun tercatat sebesar 29 persen dari total kasus. Sementara itu, usia 25 tahun ke atas menyumbang 23 persen, diikuti usia 18-27 tahun sebanyak 16 persen, dan usia 13-17 tahun sebanyak 14 persen. Bahkan, balita usia 1-4 tahun tercatat 12 persen,” jelas Endang.
Dinkes Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan melakukan pencegahan terhadap penyebaran DBD. Endang menegaskan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta penerapan gerakan 4M Plus dalam upaya pencegahan, yang meliputi:
Menguras bak mandi dan tempat penampungan air secara rutin. Menutup tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk. Memantau jentik nyamuk secara berkala. Mengubur barang bekas yang bisa menampung air hujan.Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam mengurangi potensi penyebaran DBD dan meminimalisir kasus penyakit ini.
(N/014)
BANDUNG Pemerintah memastikan Rancangan UndangUndang tentang Hak Asasi Manusia (RUU HAM) akan memberikan pengakuan dan perlindungan huk
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDUNG Pemerintah mengusulkan ketentuan baru dalam Rancangan UndangUndang Hak Asasi Manusia (RUU HAM) yang melarang anggota maupun pur
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak membuka opsi pember
KESEHATAN
SAMARINDA Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas&039ud, merespons tuntutan massa aksi yang mendesaknya mundur dari jabatan saat demonstra
NASIONAL
JAKARTA Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menanggapi rencana penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Da
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memperluas kerja sama bilateral dengan Jepang dalam bidang peningkatan kualitas sumber daya
PEMERINTAHAN
SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten Simalungun resmi membuka Musabaqoh Tilawatil Qur&039an (MTQ) Ke52 Tingkat Kabupaten Tahun 2026 di Lapan
PEMERINTAHAN
MEDAN Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) I Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Universitas Terbuka (PW IKA UT) Medan Sumatera Utara Tahun
NASIONAL
SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten Simalungun menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Ta
PEMERINTAHAN
JAKARTA Panglima TNI Agus Subiyanto memimpin serah terima jabatan sejumlah pejabat strategis di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI
NASIONAL