Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Jika benar satu perusahaan atau kelompok yang sama terus memenangkan proyek di banyak OPD dalam jangka panjang, maka kondisi itu wajib diuji secara serius dari aspek persaingan usaha," ujar Kristian.
Senada, Andi menyoroti hubungan tidak sehat antara penyedia jasa dan pejabat pengadaan sebagai faktor utama pola kemenangan tender berulang.
"Biasanya ada hubungan erat antara pemilik perusahaan dengan politisi lokal atau birokrat. Ini harus diwaspadai," katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah I Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Medan, Ridho Pamungkas, menyatakan kemenangan pengadaan berulang oleh satu atau dua pelaku usaha tidak otomatis dikategorikan monopoli.
Namun, ia mengakui bahwa pola tersebut menjadi sinyal awal yang layak ditelaah, terutama apabila ada indikasi persekongkolan tender atau praktik persaingan usaha tidak sehat.
"Fokus KPPU adalah pada perilaku dalam proses pengadaan. Dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat baru dapat dibuktikan apabila ditemukan indikasi konkret," ujar Ridho.
Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan persaingan usaha yang sehat dalam pengadaan pemerintah daerah, sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh pelaku usaha dan birokrat di Medan.*
(tm/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.