BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Kerusakan Infrastruktur Pascabencana di Sumut Capai Rp1,146 Triliun, Pemprov Genjot Pemulihan

Raman Krisna - Rabu, 21 Januari 2026 19:50 WIB
Kerusakan Infrastruktur Pascabencana di Sumut Capai Rp1,146 Triliun, Pemprov Genjot Pemulihan
Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi salah satu desa yang terdampak cukup parah akibat dari banjir bandang dan tanah longsor. (foto: Bobby Nasution/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Bencana banjir, banjir bandang, dan longsor yang melanda Sumatera Utara pada akhir November 2025 meninggalkan kerusakan signifikan pada berbagai aset infrastruktur.

Total estimasi kerugian mencapai sekitar Rp1,146 triliun, terutama di tiga sektor utama di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumut.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Sumut, Fattah, menjelaskan, sektor yang terdampak mencakup Bina Marga (jalan), SDA (sungai dan irigasi), serta Cipta Karya (air bersih dan limbah).

Baca Juga:

"Terdapat tiga sektor utama yang terdampak, jika ditotal, nilai kerugian aset mencapai sekitar Rp1,146 triliun," kata Fattah saat memberikan keterangan di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (21/1/2026).

Sejak bencana melanda, Pemprov Sumut bergerak cepat menanggapi laporan masyarakat.

Tanggap darurat dilaksanakan untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dan risiko lanjutan dapat ditekan.

"Perintah Pak Gubernur sangat jelas, setiap laporan harus direspons cepat. Saat ini kita masuk ke tahap pemulihan," ujarnya.

Pemulihan infrastruktur pascabencana menjadi prioritas utama pada 2026.

Pemerintah provinsi berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat, melalui program unggulan seperti PRTC dan PSD, untuk memperkuat ketahanan infrastruktur dan mengurangi risiko bencana.

"Penanganan tidak bisa dilakukan sendiri. Semua wilayah terdampak mendapat perhatian serius. Prinsipnya, tidak ada daerah yang ditinggalkan," tegas Fattah.

Beberapa daerah terdampak langsung, di antaranya Kabupaten Langkat, khususnya sentra komersial Kota Tanjung Pura, serta wilayah Kepulauan Nias.

Di sektor Bina Marga, tercatat 18 kabupaten terdampak dengan 19 titik kerusakan badan jalan dan retaining wall.

Kerusakan terparah terjadi di Jalan Sudirman, Kota Sibolga, sepanjang 1,56 kilometer, serta empat titik jembatan dengan total panjang 50 meter.

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp137 miliar untuk perbaikan Bina Marga.

"Data kerusakan kami miliki secara rinci. Jika dibutuhkan, kami siap menyampaikan data valid terkait lokasi dan panjang kerusakan," tambah Fattah.

Pemprov Sumut menargetkan pemulihan infrastruktur dapat tuntas secara bertahap, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.

"Tujuan akhirnya adalah mengembalikan kondisi infrastruktur sebagaimana mestinya," pungkas Fattah.*


(sp/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Targetkan 92.000 Siswa, Sumut Gelontorkan Rp43 Miliar untuk Program Sekolah Gratis
Pemprov Aceh Targetkan R3P Rampung Akhir Januari 2026, Dukungan SKALA Jadi Kunci
Bupati Deli Serdang Dinilai Ingin Rampas Tanah Warga Jalan Tirtadeli, Gubernur Sumut Diminta Turun Tangan
Bupati Tapteng Sambut Rapat Pimpinan BPS Se-Sumut, Persiapkan Sensus Ekonomi 2026 untuk Pemulihan Pascabencana
3.000 Kepala SPPG Sumut Siap Dilantik Jadi PPPK Awal Februari 2026
Bobby Nasution Dukung Penuh KORMI Sumut, Fokus Olahraga sebagai Penggerak Ekonomi dan Pariwisata
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru