Walk-In Interview Kemnaker, Cara Cepat dan Transparan Dapatkan Kerja di Jabodetabek
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar WalkIn Interview sebagai langkah percepatan pertemuan langsung antara pencari
EKONOMI
MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan meluncurkan program Medan Rabu Walk-In Interview (RW), inovasi pertama di Indonesia yang mempertemukan perusahaan dan pencari kerja secara langsung setiap Rabu di Mal Pelayanan Publik (MPP) Medan, Jalan Iskandar Muda.
Program tersebut diresmikan oleh Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas, yang menyebut langkah ini sebagai terobosan inklusif untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Baca Juga:"InsyaAllah berjalan lancar, membawa manfaat, dan dampak baik untuk masyarakat di Kota Medan," ujar Rico Waas di MPP Medan, Rabu (4/3/2026).
Menurut Wali Kota, program ini lebih dari sekadar bursa kerja insidental seperti Career Expo.
"Masyarakat lama-kelamaan bisa paham, kalau mau cari kerja hari Rabu pasti ada. Datang ke MPP," tambahnya.
Pada pelaksanaan perdana, 222 lowongan kerja dari enam perusahaan ditawarkan dengan 27 jabatan.
Keenam perusahaan tersebut antara lain: PT PP London Sumatera Indonesia Tbk, RS Hermina Medan, Koki Sunda Abadi, PT Union Confectinary, PT Beran Solusindo Pratama, dan PT Pesonna Optima Jasa.
Rico menekankan pentingnya kualitas dan kepercayaan diri pencari kerja.
Pemko Medan bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Medan untuk meningkatkan keterampilan, mulai dari kemampuan komunikasi, bahasa asing, hingga penguasaan perangkat lunak.
"Yang terpenting adalah kualitas. Siapkan juga diri. Kalau kita yakin punya skill dan kapasitas, insyaAllah bisa diterima dengan baik," ujarnya.
Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Ramaddan, menjelaskan program ini mendukung visi Pemko Medan menurunkan tingkat pengangguran dengan target 10.000 penempatan tenaga kerja setiap tahun.
Program ini memberikan kemudahan akses informasi pasar kerja secara langsung, sehingga pencari kerja bisa langsung diwawancarai perusahaan.
Target penerimaan di 2026 diperkirakan menembus lebih dari 1.000 orang, dengan tren penerimaan meningkat pasca-Lebaran.
Selain itu, hingga Februari 2026, 460 tenaga kerja difasilitasi bekerja ke luar negeri secara prosedural, sebagai upaya mencegah praktik perdagangan orang.
Baca Juga:
Salah seorang pelamar, Cantika Lola, lulusan Universitas Sumatera Utara, mengaku program ini sangat membantu.
"Kegiatannya sangat informatif, dan peluang mendapatkan pekerjaan semakin terbuka," ujarnya.
Pemko Medan berencana memperluas program ini ke wilayah lain agar menjangkau masyarakat di kawasan utara dan pinggiran kota, menjadikan Medan Rabu Walk-In Interview sebagai inovasi bursa kerja rutin pertama di Indonesia.*
(ad)
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar WalkIn Interview sebagai langkah percepatan pertemuan langsung antara pencari
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan intensif dengan presiden dan wakil presiden terdahulu, ketua umum partai politik,
NASIONAL
BANDUNG Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan politik luar negeri bebas
NASIONAL
JAKARTA Wardatina Mawa mengungkap kekecewaan dan trauma yang kembali muncul saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas laporan akses
ENTERTAINMENT
GIANYAR Kapolres Gianyar, Candra C. Kesuma, S.I.K., M.H., menghadiri kegiatan Buka Puasa Bersama Harmoni Ramadhan yang digelar di Taman
NASIONAL
BANDA ACEH Pemerintah Aceh akan menggelar malam Nuzulul Qur&039an pada Jum&039at, 6 Maret 2026, bertempat di Masjid Raya Baiturrahma
PEMERINTAHAN
MEDAN Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama K
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam membangun
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadan 1447 H akan dilaksanakan di Istana Negara.
AGAMA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan mengapa suami dan anak Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, tak dijerat sebagai
HUKUM DAN KRIMINAL