Hampir 3 Bulan Tak Turun Hujan, Warga Pekan Bada Aceh Besar Mulai Krisis Air Bersih
ACEH BESAR Warga di kawasan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar, mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang ya
PERISTIWA
MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong perempuan untuk mampu menyeimbangkan peran di rumah tangga dan ruang publik. Ia menilai masih ada "jarak" yang membuat kedua peran tersebut belum berjalan selaras.
Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri peringatan Hari Kartini dalam seminar bertajuk "Saatnya Perempuan Bicara" yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (PPPAKB) Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (24/4/2026).
Menurut Bobby, perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi di berbagai sektor, namun masih dihadapkan pada tantangan dalam membagi peran antara keluarga dan ruang publik.Baca Juga:
"Kita butuh jembatan agar perempuan bisa menjalankan dua peran itu secara seimbang, tanpa harus memilih salah satu," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyoroti masih rendahnya keterlibatan perempuan dalam jabatan publik, khususnya pada posisi strategis pengambilan keputusan.
Ia mengungkapkan, masih terdapat daerah di Sumatera Utara yang belum memiliki keterwakilan perempuan di lembaga legislatif.
"Masih ada kabupaten/kota yang tidak memiliki anggota dewan perempuan. Ini menjadi catatan penting bagi kita semua," katanya.
Bobby menambahkan, dari total 15,7 juta penduduk Sumatera Utara, sekitar 7,8 juta di antaranya merupakan perempuan. Dari jumlah tersebut, 5,8 juta berada dalam usia produktif yang dinilai memiliki potensi besar sebagai generasi penerus kepemimpinan.
"Ini kekuatan besar. Kita harap ke depan semakin banyak perempuan yang tampil dan berperan, tidak hanya di daerah, tetapi juga di tingkat nasional," ucapnya.
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi mengungkapkan data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih cukup tinggi.
Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 35.131 kasus dengan total korban mencapai 37.372 orang. Dari jumlah tersebut, mayoritas korban merupakan perempuan.
"Angka ini memang meningkat, namun ini juga menunjukkan bahwa perempuan mulai berani melapor. Ini perkembangan positif, meski tetap harus menjadi perhatian serius," ujarnya.
ACEH BESAR Warga di kawasan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar, mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang ya
PERISTIWA
KARO Orangtua siswa yang terdampak dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mempertanyakan
PERISTIWA
KUALA LUMPUR Malaysia dinilai perlu melanjutkan upaya meminta ganti rugi atas dampak kabut asap lintas batas yang berulang, termasuk yan
INTERNASIONAL
DAIRI Satuan Reserse Kriminal Polres Dairi mengungkap kasus perampokan dan penyekapan terhadap seorang dokter berinisial NT, 61 tahun, d
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI DPD II Partai Golkar Kota Binjai memperkuat struktur organisasi sayap partai menjelang Pemilu 2029. Haji Kires menunjuk Ali Imron
POLITIK
JAKARTA Nama Ahmad M. Ali kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sekitar Rp3,5 miliar dalam pen
SOSOK
ASAHAN Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, masih menjadi salah satu jalur yang digunakan untuk memasukkan narkotika jenis sabu dan ekstasi
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) dua pejabat utama (PJU) dan lima kapo
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengaku kerap diingatkan oleh stafnya agar menyampaikan pidato sesuai dengan teks yang telah disiapkan
NASIONAL
JAKARTA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap salah satu faktor yang diduga memicu kasus keracunan dalam program Makan Bergi
KESEHATAN