Politikus Gerindra Soroti Film Pesta Babi: Kritik Sah, Tapi Jangan Jadi Propaganda
JAKARTA Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, menyoroti polemik pelarangan pemutaran film dokumenter Pesta Ba
NASIONAL
ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan memperkuat komitmen mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui kegiatan penguatan Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) yang digelar di Aula Hotel Antariksa Kisaran, Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Asahan Rianto yang mewakili Bupati Asahan.
Acara dihadiri unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, camat se-Kabupaten Asahan, pelaku usaha, media massa, serta perwakilan Dinas P3AKB Provinsi Sumatera Utara.Baca Juga:
Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Asahan Rahmanto mengatakan peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur yang tergabung dalam Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak, termasuk gugus tugas kecamatan layak anak di seluruh wilayah Asahan.
Menurut dia, pemerintah daerah juga menghadirkan pendamping evaluasi mandiri Kabupaten Layak Anak dari Dinas P3AKB Provinsi Sumatera Utara sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Rianto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Asahan untuk menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Ia menyinggung Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2021 tentang Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak yang menjadi dasar kebijakan nasional dalam mewujudkan daerah ramah anak.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Asahan juga telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak sebagai bentuk dukungan regulasi di tingkat daerah.
"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi, mengoptimalkan peran dan fungsi serta menyamakan persepsi pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak," kata Rianto.
Ia mengatakan saat ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia tengah melaksanakan evaluasi mandiri Kabupaten/Kota Layak Anak di seluruh Indonesia.
Karena itu, Rianto meminta seluruh Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak di Asahan berperan aktif dalam menyampaikan data, dokumen, serta informasi aktual yang dibutuhkan untuk proses evaluasi.
Menurut dia, indikator Kabupaten Layak Anak mencakup lima klaster utama, yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, serta perlindungan khusus anak.
Pemerintah Kabupaten Asahan berharap implementasi program Kabupaten Layak Anak dapat terus ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung lahirnya generasi masa depan yang berkualitas.*
(ad)
JAKARTA Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, menyoroti polemik pelarangan pemutaran film dokumenter Pesta Ba
NASIONAL
SURABAYA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan mengatasi pe
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan alasan pemerintah melibatkan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara
PERTANIAN AGRIBISNIS
MEDAN Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online (jud
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR Polda Bali mengungkap asal 26 warga negara asing yang diamankan dari sebuah penginapan di kawasan Kuta, Bali. Mereka diduga dip
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diperkirakan melan
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dilaporkan lima dokter ke Polda Metro Jaya atas dugaan penggunaan gelar akademik yang dini
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Klaim pemerintah mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 menuai kritik dari kalangan akad
EKONOMI
JAKARTA Kejaksaan Agung menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan pertambangan batu bara milik PT AKT di Kab
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia hanya tinggal menyelesaikan persoalan impor kedelai untuk mewujudkan
PERTANIAN AGRIBISNIS