BREAKING NEWS
Kamis, 14 Mei 2026

Natalius Pigai Sebut MBG Bukan Sekadar Cegah Stunting, tapi Siapkan SDM Unggul: “Kalau Anak Kenyang, Pasti Pintar”

Adelia Syafitri - Kamis, 14 Mei 2026 16:19 WIB
Natalius Pigai Sebut MBG Bukan Sekadar Cegah Stunting, tapi Siapkan SDM Unggul: “Kalau Anak Kenyang, Pasti Pintar”
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SURABAYA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan mengatasi persoalan gizi seperti stunting dan busung lapar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul di masa depan.

Pernyataan itu disampaikan Pigai saat meninjau korban keracunan massal program MBG yang dirawat di RSIA IBI Surabaya, Rabu, 13 Mei 2026.

Sebanyak 200 siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya, dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Senin, 11 Mei 2026.

Baca Juga:

Para korban mengalami gejala seperti pusing, mual, muntah, dan diare. Sebagian besar sempat dirawat di Puskesmas Tembok Dukuh sebelum dirujuk ke rumah sakit.

"MBG itu tidak hanya sekadar mengurangi patologi sosial seperti stunting dan busung lapar, tapi juga menyiapkan SDM unggul," kata Pigai.

Menurut dia, anak-anak yang sehat dan mendapatkan asupan gizi cukup akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara akademik dan intelektual.

"Kalau anak sehat, kenyang, maka sudah pasti pintar. Maka sudah pasti anak yang cerdas di masa yang akan datang," ujarnya.

Pigai menilai persoalan utama dalam kasus keracunan massal ini terletak pada pengelolaan dapur yang dinilai tidak profesional.

Ia mengatakan tujuan program MBG sudah baik, namun pelaksanaannya harus dibenahi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Masalahnya dapur kadang-kadang tidak profesional. Kurang cermat, kurang disiplin," kata dia.

Pemerintah, kata Pigai, akan menghentikan operasional dapur SPPG yang terbukti bermasalah.

Dapur penyedia makanan bagi 13 sekolah di kawasan tersebut disebut akan dihentikan sementara dan pengelolanya berpotensi masuk daftar hitam.

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
MTQ ke-19 Kabupaten Batu Bara Resmi Digelar, Ustadz UMAZD Dorong Peserta KTIQ Tembus Nasional hingga Internasional
Maruli Siahaan Tinjau Lapas Tanjung Gusta, Soroti Over Kapasitas hingga Kesiapan Program MBG
Kunjungi Lapas Kelas I Medan, Maruli Siahaan Pastikan Program MBG Berjalan Sesuai Aturan Pemerintah
Program MBG Dinilai Terlalu Dipaksakan, DPR Ungkap Ribuan Dapur Belum Siap Operasi
Komnas HAM Minta Relokasi Korban Bencana Aceh Dilakukan Humanis, Tanpa Paksaan dan Libatkan Warga
DPR Soroti Tragedi Kapal PMI Ilegal Tenggelam di Malaysia, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru