MEDAN – Wali Kota MedanRico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa penebangan 2.886 pohon untuk mendukung pembangunan koridor Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang akan diimbangi dengan program penanaman kembali dalam jumlah yang jauh lebih besar.
"Pemerintah bersama dengan berbagai pihak yang mengerjakan BRT ini mengganti pohon yang ditebang dengan 61 ribu pohon untuk ditanam di sekitar Kota Medan. Jadi dari 2 ribuan pohon yang dipotong itu diganti menjadi 61 ribu pohon," kata Rico Waas, Senin (25/5/2026).
Rico menjelaskan bahwa pada tahap awal, pembangunanBRTMebidang akan mencakup lima koridor utama.
Namun jumlah koridor tersebut berpotensi bertambah sesuai kebutuhan dan perkembangan mobilitas masyarakat di kawasan metropolitan Mebidang.
Menurutnya, proyek tersebut dirancang untuk menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi antara tiga wilayah, yakni Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang.
"Konsepnya adalah Mebidang, yang menghubungkan Medan, Binjai, dan Deli Serdang sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien," ujarnya.
Sejumlah koridor BRT akan melintasi ruas jalan utama di Kota Medan, termasuk Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Gatot Subroto yang selama ini menjadi jalur dengan tingkat kepadatan lalu lintas cukup tinggi.
Rico mengatakan pembangunan koridor tersebut membutuhkan penataan ruang jalan yang memadai agar sistem transportasi massal dapat berjalan optimal.
"Ruas yang dibangun cukup panjang, mulai dari kawasan Jalan Sisingamangaraja menuju pusat Kota Medan hingga Jalan Gatot Subroto dan sejumlah titik lainnya. Karena itu diperlukan pembangunaninfrastruktur yang bertahap," katanya.
Pemerintah Kota Medan menargetkan pembangunanBRTMebidang dapat selesai dan mulai beroperasi dalam waktu dekat sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.