Wali Kota Medan: Rumah Anak SIGAP Harus Berjalan Berkelanjutan, Bukan Hanya Launching
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan dukungan terhadap pelaksanaan program Rumah Anak SIGAP yang digagas Tanoto Fou
PEMERINTAHAN
MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan dukungan terhadap pelaksanaan program Rumah Anak SIGAP yang digagas Tanoto Foundation di Kota Medan.
Ia meminta agar program tersebut tidak berhenti pada tahap peluncuran, melainkan berjalan berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
"Program ini sangat baik untuk membangun karakter anak sejak dini. Namun yang terpenting, harus sukses dan berkelanjutan. Jangan hanya berhenti saat launching saja," kata Rico saat menerima audiensi Tanoto Foundation di rumah dinas Wali Kota Medan, Selasa, 26 Mei 2026.Baca Juga:
Rico menegaskan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga filantropi, dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Ia menilai program Rumah Anak SIGAP merupakan salah satu bentuk intervensi sosial yang sejalan dengan upaya peningkatan kualitas hidup anak dan keluarga, terutama dalam pencegahan stunting.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Tanoto Foundation melaporkan perkembangan program Rumah Anak SIGAP di Kota Medan.
Dari lima lokasi yang direncanakan, tiga titik telah dipastikan, yakni di Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kantor Lurah Tanjung Mulia, serta satu PAUD di Kelurahan Sicanang.
Selain itu, survei lokasi juga telah dilakukan sebagai bagian dari tahap awal pelaksanaan program.
Audiensi itu turut dihadiri perwakilan Tanoto Foundation, antara lain ECEd Head Jakarta Program Implementation Lead Jakarta Merryen Silalahi, Regional Lead Sumatera Utara Medi Yusva, Project Management Unit Felly Ardan, serta Policy Advocacy Bobby Widanto.
Hadir pula sejumlah pejabat Pemkot Medan, di antaranya Plt Kepala Dinas Pendidikan Laksamana Putera Siregar dan Kepala Dinas P3APMP2KB Edliaty.
Rumah Anak SIGAP merupakan program berbasis komunitas yang berfokus pada pengembangan anak usia dini, khususnya 0–3 tahun, serta pencegahan stunting.
Program ini memberikan pendampingan kepada orang tua melalui edukasi pengasuhan, stimulasi tumbuh kembang anak, hingga edukasi gizi.
Kegiatan yang dijalankan mencakup stimulasi kelompok melalui permainan terarah, pendampingan individu bagi anak yang membutuhkan perhatian khusus, serta kelas pengasuhan bagi orang tua.
Materi yang diberikan meliputi edukasi nutrisi, pembuatan MPASI, penanganan anak tantrum, hingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).*
(ad)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan dukungan terhadap pelaksanaan program Rumah Anak SIGAP yang digagas Tanoto Fou
PEMERINTAHAN
BINJAI Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai menggandeng Bank Mandiri dalam upaya memperkuat sinergi program pencegahan dan pember
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menerima bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia berupa sapi kurban berbobot 1,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto yang pernah menyatakan akan mengambil unsur terbaik dari sosialisme dan kapitalisme dinilai tengah mem
EKONOMI
JAKARTA Sejumlah asosiasi petani hingga pelaku usaha kelapa sawit mengadukan anjloknya harga Tanda Buah Segar (TBS) kepada Wakil Menteri
PERTANIAN AGRIBISNIS
LAOS Tim penyelamat gabungan Laos dan Thailand bersama sejumlah ahli internasional berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi tujuh warga d
INTERNASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Yorrys Raweyai menilai praktik eksploitasi sumber daya alam di Papua bukanlah fenomena
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah dalam melakukan efisiens
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) oleh aparatur sipil
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada tahun 2026.
PEMERINTAHAN