BREAKING NEWS
Kamis, 22 Oktober 2026

10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepakatan Bersama, Sumut Jadi Penggerak Sinergi Pembangunan

Abyadi Siregar - Sabtu, 05 September 2026 15:55 WIB
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepakatan Bersama, Sumut Jadi Penggerak Sinergi Pembangunan
Perencana Ahli Utama atau Fungsional Perencana Utama Bapperida Sumut Muhammad Armand Effendy Pohan saat temu pers yang dilaksanakan Dinas Kominfo Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (4/9/2026). (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Provinsi Sumatera Utara akan mengambil peran strategis dalam memperkuat sinergi pembangunan antardaerah di Pulau Sumatera.

Langkah itu akan dilakukan melalui Rapat Kerja 10 gubernur se-Sumatera yang menjadi bagian dari rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32.

Rapat kerja tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9 September 2026.

Baca Juga:

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Forum IMT-GT ke-32 yang berlangsung di Kota Medan pada 7–10 September 2026.

Selain memperkuat kerja sama sub-regional antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand, forum tersebut menjadi momentum bagi pemerintah provinsi di Sumatera untuk meningkatkan koordinasi pembangunan antardaerah.

Perencana Ahli Utama atau Fungsional Perencana Utama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumut Muhammad Armand Effendy Pohan mengatakan, 10 gubernur se-Sumatera akan menandatangani kesepahaman bersama mengenai rencana pembangunan, sinergitas, dan kerja sama antardaerah.

"Sebanyak 10 Gubernur se-Sumatera akan menandatangani kesepahaman bersama terkait rencana pembangunan, sinergitas, dan kerja sama antardaerah. Ini merupakan langkah strategis yang telah diawali melalui pra-pertemuan di Kemenko Perekonomian sebelumnya," jelas Effendy saat temu pers yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (4/9/2026).

Kesepahaman tersebut akan melibatkan gubernur dari 10 provinsi di Pulau Sumatera, yakni Sumatera Utara, Aceh, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.

Tujuan kesepakatan bersama tersebut, menurut Effendy, adalah memperkuat sinergi dan koordinasi pembangunan antar-pemerintah provinsi se-Sumatera.

Selain itu, kesepakatan diarahkan untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan regional dengan arah pembangunan nasional.

Kerja sama lintas daerah juga akan didorong pada sejumlah bidang yang menjadi kepentingan bersama.

Pemerintah daerah di Sumatera diharapkan dapat memperkuat pertukaran data, informasi, inovasi, serta praktik baik dalam pembangunan.

"Juga untuk memperkuat pertukaran data, informasi, inovasi, dan praktik baik antardaerah. Dan mendukung terwujudnya pembangunan se-Sumatera yang terpadu, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," jelasnya.

Ruang lingkup kesepakatan bersama mencakup sejumlah sektor strategis. Di antaranya ketahanan pangan, pertanian, perkebunan, dan agribisnis.

Kerja sama juga mencakup pengembangan sektor pariwisata regional dan ekonomi kreatif, ekosistem industri, produk dan layanan halal, serta konektivitas logistik dan infrastruktur transportasi antardaerah.

"Selain itu, juga tentang fasilitasi integrasi perdagangan dan promosi investasi bersama. Kelestarian lingkungan hidup, mitigasi bencana, dan ketahanan iklim. Pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan sosial, serta integrasi transformasi digital dan sistem data terpadu," terangnya.

Dengan kerja sama tersebut, pemerintah provinsi di Sumatera diharapkan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dalam menangani berbagai persoalan pembangunan.

Keselarasan program antardaerah dinilai dapat memperkuat daya saing Pulau Sumatera secara keseluruhan.

Mewakili Panitia Forum IMT-GT, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Sonny A. Soekoer mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah sekaligus mengambil peran sebagai koordinator provinsi kerja sama IMT-GT di Indonesia.

"Sumut memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga infrastruktur konektivitas. Peran Sumut sebagai koordinator sangat krusial untuk mengintegrasikan prioritas pembangunan seluruh provinsi di Sumatera agar dapat diakomodasi dalam forum sub-regional bersama Malaysia dan Thailand," paparnya.


Peran tersebut membuat Sumatera Utara berada pada posisi penting dalam mendorong keterhubungan pembangunan antardaerah di Sumatera sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi dengan Malaysia dan Thailand melalui forum IMT-GT ke-32.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Avtur Naik, Kemenhub Naikkan Batas Fuel Surcharge Tiket Pesawat Jadi 40 Persen
Rp103 Miliar Disebut Buat Podcast, Menkop Ferry: Tidak Tepat! Ini Penjelasannya
Wujudkan Generasi Emas 2045, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ingatkan Pelajar: Kenali Narkoba untuk Menjauhinya, Bukan Mencoba!
Harlah Kejaksaan RI ke-81, Wali Kota Mahyaruddin Dorong Sinergi dan Penegakan Hukum Berkeadilan
FMAM Soroti Kinerja OPD yang Lamban, Wali Kota Tanjungbalai Siap Evaluasi dan Tindaklanjuti
Surat Pencopotan Terbit di Hari yang Sama dengan Video Viral Sudaryono, Koordinator BGN Sumut Diganti
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru