BREAKING NEWS
Rabu, 03 Juni 2026

Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Batasi Usia Siswa, Siap Tampung Anak yang Belum Pernah Sekolah

Nurul - Rabu, 03 Juni 2026 14:35 WIB
Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Batasi Usia Siswa, Siap Tampung Anak yang Belum Pernah Sekolah
Siswa Sekolah Rakyat. (foto: Kemensos RI/YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BOGOR Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak membatasi usia peserta didik dan tetap membuka kesempatan bagi anak-anak yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan open house Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 3 Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo serta jajaran Kementerian Sosial.

Baca Juga:

Selain meninjau kesiapan sekolah, ia juga berdialog langsung dengan calon siswa dan orang tua untuk mendengarkan berbagai aspirasi terkait akses pendidikan.

Salah satu calon siswa yang menjadi perhatian adalah Muhammad Revaldi, remaja kelahiran 2008 yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Berdasarkan data yang ditampilkan dalam acara tersebut, ayah Revaldi bekerja sebagai pengemudi ojek dengan penghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan, sementara ibunya tidak memiliki pekerjaan tetap.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, Gus Ipul menanyakan semangat Revaldi untuk melanjutkan pendidikan.

"Kamu masih semangat sekolah? Masih ingin sekolah?" tanya Gus Ipul.

"Masih," jawab Revaldi.

Ketika ditanya mengenai cita-citanya, Revaldi mengaku ingin menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Gus Ipul kemudian berbincang dengan ibunda Revaldi, Iis Anggel, yang menyampaikan harapannya agar putranya dapat memperoleh pendidikan yang layak dan memiliki masa depan yang lebih baik.

"Harapan saya anak saya ke depan sukses. Dari kecil sudah susah, mudah-mudahan setelah mendapatkan pendidikan bisa lebih baik," ujar Iis.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini Revaldi turut membantu memenuhi kebutuhan keluarga karena kondisi ekonomi yang terbatas.

Menanggapi berbagai kondisi yang dialami calon peserta didik, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada seluruh anak, termasuk mereka yang terlambat mengakses sekolah atau bahkan belum pernah bersekolah sama sekali.

Menurut dia, peserta didik yang belum pernah mengenyam pendidikan akan mendapatkan program penyetaraan dan pendampingan khusus agar mampu mengejar ketertinggalan akademik sesuai kemampuan masing-masing.

"Di Sekolah Rakyat memang tidak mengenal batas usia. Jadi meskipun sudah berusia 15 tahun dan belum pernah sekolah, tetap bisa diterima. Nanti akan ada program penyetaraan dan percepatan pembelajaran sesuai kemampuan siswa," kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan bahwa para siswa akan didampingi oleh tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus untuk membantu proses adaptasi dan pembelajaran sehingga mereka dapat menyelesaikan jenjang pendidikan dengan lebih cepat apabila menunjukkan perkembangan yang baik.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan kelompok rentan yang selama ini menghadapi hambatan untuk memperoleh pendidikan formal.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi, usia, maupun faktor sosial lainnya.*


(d/ad)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Peringati Hari Lansia Nasional, Rico Waas Luncurkan PKH Medan Makmur untuk 10.000 Lansia
Bobby Nasution Gandeng RS Mata Cicendo, Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Mata di Sumut
360 Jemaah Haji Kloter 1 Debarkasi Medan Tiba di Tanah Air dengan Selamat
Penuh Haru dan Kebersamaan, Ketua DPRD Binjai Hadiri Lepas Sambut Danyonif Raider 100/PS
Rico Waas Bantah Pemkot Medan Ingkar Komitmen Biayai Akomodasi Peserta Piala AFF U-19
Wagub Sumut Minta OPD Percepat Realisasi Program Strategis, Sisa Waktu Efektif Tinggal 142 Hari Kerja
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru