BREAKING NEWS
Selasa, 07 Juli 2026

Kabar Baik! Lulusan SMA dan SMK Berpeluang Ikut Program Magang Nasional Bergaji UMP

Abyadi Siregar - Selasa, 07 Juli 2026 15:04 WIB
Kabar Baik! Lulusan SMA dan SMK Berpeluang Ikut Program Magang Nasional Bergaji UMP
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. (foto: Kemnaker)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Usulan agar Program Magang Nasional diperluas bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencuat dalam rapat kerja antara Komisi IX DPR dengan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli.

Usulan itu dinilai penting agar manfaat program tidak hanya dirasakan lulusan perguruan tinggi, tetapi juga lulusan sekolah menengah, terutama mereka yang tinggal di daerah dengan akses industri yang masih terbatas.

Saat ini, Program Magang Nasional yang memberikan uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) hanya ditujukan bagi lulusan baru jenjang diploma dan sarjana.

Baca Juga:

Anggota Komisi IX DPR, Surya Utama atau Uya Kuya, meminta Kementerian Ketenagakerjaan memastikan program tersebut dapat menjangkau lebih banyak lulusan, termasuk lulusan SMA dan SMK di seluruh Indonesia.

"Bagaimana Kemnaker ini memastikan bahwa program Magang Nasional dapat dirasakan oleh seluruh lulusan SMK dan SLTA sederajat di Indonesia, termasuk di daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses ke dunia industri," ujar Uya Kuya dalam rapat kerja dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah akan lebih dahulu mempelajari ketentuan yang berlaku sebelum mengambil keputusan.

Menurut dia, apabila memungkinkan, perluasan peserta Program Magang Nasional bagi lulusan SMA dan SMK dapat dipertimbangkan mulai angkatan ketiga.

"Mungkin angkatan ketiga nanti, kita akan lihat apakah ini juga bisa kita perluas untuk mereka yang lulusan SMA dan SMK, untuk magang," kata Yassierli.

Saat ini, kata dia, pemerintah masih mempersiapkan pelaksanaan Program Magang Nasional angkatan kedua.

Yassierli menjelaskan bahwa kebutuhan lulusan SMA dan SMK berbeda dengan lulusan perguruan tinggi.

Berdasarkan kajian sementara pemerintah, lulusan sekolah menengah lebih membutuhkan sertifikasi keterampilan agar memiliki daya saing saat memasuki dunia kerja.

Sementara itu, lulusan diploma dan sarjana dinilai lebih membutuhkan pengalaman langsung di lingkungan kerja melalui program magang.

"Walaupun di paparan kami kita sudah sampaikan, itu dua tipologi yang berbeda. Saat ini kami melihat adik-adik kita lulusan SMA dan SMK itu yang dibutuhkan sertifikasi. Untuk lulusan perguruan tinggi yang dibutuhkan itu adalah exposure tempat kerja," terang Yassierli.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan mempertimbangkan masukan dari DPR.

Kementerian Ketenagakerjaan akan mengkaji kemungkinan agar lulusan SMA dan SMK, khususnya yang berada di daerah dengan akses industri terbatas, juga memperoleh kesempatan mengikuti Program Magang Nasional.

"Itu asumsi kami saat ini. Tapi, tadi ketika ada masukan untuk kita juga memperhatikan mereka SMA dan SMK yang di daerah untuk mendapatkan kesempatan yang sama, nanti kami akan kaji," tutur Yassierli.

Apabila rencana tersebut terealisasi, cakupan Program Magang Nasional akan menjadi lebih luas dan berpotensi membuka kesempatan bagi lebih banyak lulusan sekolah menengah untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kesiapan memasuki dunia industri.* (d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Fraksi PAN Apresiasi WTP ke-9 Tanjab Timur, Soroti SILPA Rp81,8 Miliar
KPK Soroti Tata Kelola Program MBG, BGN Siapkan 7 Langkah Perbaikan
Kopi Arabica Sigararutang Jadi Magnet PRSU 2026, Produk UMKM Simalungun Ramai Diburu Pengunjung
Olahan Ubi UMKM Sergai Jadi Primadona PRSU 2026, Pengunjung Ramai Memburu Produk Lokal
DPR Geram! Dugaan Gratifikasi Seragam Sekolah Dinilai Cederai Dunia Pendidikan
3 Polisi Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR: Negara Jangan Kalah!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru