Selain rumah warga, banjir juga menutup akses jalan penghubung Lubuk Basung–Bukittinggi.
"Air disertai material lumpur berbatuan menerjang puluhan rumah di Jorong Pasar Maninjau, termasuk jalan penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi," kata Al Hafid.
Meski banjir cukup deras, hingga saat ini belum ada korban jiwa.
Pemerintah kecamatan dan nagari masih melakukan pendataan terkait jumlah rumah yang terdampak dan kerugian material.
Al Hafid menambahkan, curah hujan di wilayah itu masih tinggi. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada," ujarnya.
Banjir bandang sebelumnya juga terjadi setelah longsor di hulu Sungai Batang Aia Pisang, khususnya di kawasan Kelok 28, yang membuat sungai dangkal.
Pemerintah setempat telah mengerahkan alat berat untuk melakukan normalisasi sungai guna mencegah banjir berulang.
Situasi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di Sumatera Barat, yang rawan banjir dan longsor.*