BREAKING NEWS
Rabu, 08 Juli 2026

Emak-emak Blokade Jalan Tirtosari Medan Tembung yang Rusak dan Banjir Bertahun-tahun, Lurah: Saya Pernah Juga Jatuh di Situ

Johan - Rabu, 08 Juli 2026 18:46 WIB
Emak-emak Blokade Jalan Tirtosari Medan Tembung yang Rusak dan Banjir Bertahun-tahun, Lurah: Saya Pernah Juga Jatuh di Situ
Emak-emak melakukan aksi protes dengan memblokade Jalan Tirtosari menggunakan kayu, bangku, poster, hingga pohon pisang, Rabu (8/7/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Kesabaran warga Lingkungan VII, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, akhirnya habis.

Setelah bertahun-tahun menghadapi jalan rusak dan banjir, belasan emak-emak melakukan aksi protes dengan memblokade Jalan Tirtosari menggunakan kayu, bangku, poster, hingga pohon pisang, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga:
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga karena kerusakan jalan yang dinilai tak kunjung mendapat penanganan maksimal.

Jalan Tirtosari merupakan akses penting yang setiap hari dilalui warga, termasuk anak-anak yang berangkat ke sekolah.

Salah seorang warga, Yanti (56), mengatakan kondisi jalan semakin parah sepanjang tahun ini.

Meski tidak turun hujan, Jalan Tirtosari tetap becek akibat banyaknya lubang dan saluran drainase yang tersumbat.

"Karena, kan, sudah janji Lurah mau memperbaiki. Tapi kok katanya kasih waktu lah. Harus segera. Sudah bertahun-tahun jalan ini rusak, tapi yang parah di tahun ini," kata Yanti.

Menurut Yanti, kondisi jalan yang berlubang dan dipenuhi genangan air membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Tidak sedikit pengendara yang terjatuh saat melintasi jalan tersebut.

Ia menduga kerusakan jalan diperparah oleh kendaraan bertonase besar yang kerap melintas di kawasan itu.

"Mungkin yang buat jalan rusak adalah banyaknya mobil yang bawa katrol, kontainer, lewat. Panjang-panjang kali mobilnya," ujarnya.

Selain jalan rusak, warga juga mengeluhkan saluran drainase yang tidak berfungsi dengan baik.

Akibatnya, setiap kali hujan turun, kawasan tersebut hampir selalu tergenang banjir hingga setinggi betis orang dewasa.

"Ini sudah diperbaiki dan dialiri. Kelurahan sudah gotong royong, kepling-kepling semua juga sudah pada kumpul kemarin," sebutnya.

Tak lama setelah aksi dilakukan, pihak kelurahan bersama instansi terkait datang ke lokasi.

Baca Juga:

Blokade yang dipasang warga kemudian dibuka, disusul kedatangan enam truk tanah timbun dan alat berat untuk meratakan badan jalan.

Lurah Bantan, Syawal Nasution, mengatakan perbaikan yang dilakukan saat ini merupakan penanganan sementara sebelum pembangunan permanen dilakukan.

Menurutnya, Jalan Tirtosari direncanakan akan dicor dengan panjang sekitar 225 meter dan ketebalan 20 sentimeter.

Syawal menjelaskan usulan perbaikan jalan sebenarnya sudah disampaikan sejak April 2026 melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

"Dari bulan April lalu, kita sudah sampaikan permohonan terkait normalisasi jalan-jalan yang ada di sini, begitu juga permohonan untuk normalisasi (drainase). Di samping itu kita juga upayakan untuk perawatan semampu kita dari Lingkungan. Bersama warga kita rutin gotong royong," katanya.

Pemerintah kelurahan terus berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Kota Medan untuk mempercepat penanganan.

Syawal menyebut perbaikan Jalan Tirtosari telah masuk dalam usulan Musrenbang dengan nilai anggaran sekitar Rp600 juta dan direncanakan dibeton pada tahun depan.

Meski demikian, ia memahami keresahan masyarakat yang menginginkan pekerjaan dilakukan lebih cepat.

"Ya warga kita kan pemahamannya terkait penganggaran ini tidak semua sama. Jadi sudah kita jelaskan tapi mereka tetap ingin melakukan aksi," ujarnya.

Syawal mengakui Jalan Tirtosari menjadi salah satu ruas jalan dengan kondisi paling memprihatinkan di Kecamatan Medan Tembung.

Bahkan dirinya pernah mengalami kecelakaan saat melintasi jalan tersebut karena genangan air menutupi parit di tepi jalan.

"Saya pernah juga jatuh di situ. Genangannya kan sampai ke Gang Amal. Gang Amal itu juga ada SD di dalam. Nah, di Gang Amal ini ada parit posisinya di tengah. Karena air belum jalan, kan paritnya penuh. Jadinya saya jatuh. Sekali saya jatuh di situ," akunya.

Baca Juga:

Ia berharap perhatian pemerintah terhadap perbaikan jalan dan normalisasi drainase di kawasan tersebut semakin besar agar persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun dapat segera diselesaikan.* (km/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPK Sita Data Digital dari Komputer Dinas PUTR Langkat, Dalami Kasus OTT Bupati Ondim
KPK Juga Geledah Rumah Dinas Bupati Langkat dan Sejumlah OPD, Segel Ruangan Mulai Dibuka
Qodari Kaget RI Impor Batu Bara dari AS, Padahal Indonesia Eksportir Terbesar Dunia: Ini Celaka 19!
Megawati Tegaskan PDIP Jadi Partai Penyeimbang Pemerintahan Prabowo: Bukan Oposisi, Bukan Koalisi
Selain Bupati Deli Serdang, LBH Medan Juga Laporkan Wali Kota Medan ke Ombudsman Sumut soal Penggunaan APBD
Rico Waas Dorong Perusahaan Gunakan CSR untuk Lindungi Pekerja Informal Lewat BPJS Ketenagakerjaan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru