BREAKING NEWS
Kamis, 01 Oktober 2026

Korban Gempa M 7,7 NTT Terus Bertambah: 20 Orang Tewas, Dua Warga Diduga Masih Tertimbun

Nurul - Sabtu, 15 Agustus 2026 14:42 WIB
Korban Gempa M 7,7 NTT Terus Bertambah: 20 Orang Tewas, Dua Warga Diduga Masih Tertimbun
Gempa Flores M7.7 menyebabkan kerusakan struktural hingga keruntuhan total pada beberapa ruko dan bangunan bertingkat di sepanjang jalan utama Reo, Manggarai, NTT. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NTT — Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026, terus bertambah.

Hingga pembaruan terakhir, sedikitnya 20 orang dilaporkan meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.

Data tersebut disampaikan Kantor SAR Maumere dalam proses evakuasi korban di sejumlah wilayah terdampak.

Baca Juga:

Tim pencarian dan pertolongan masih bekerja di lapangan karena terdapat warga yang diduga masih tertimbun material bangunan.

Kepala Basarnas Maumere, Fathur Rahman, mengatakan dua warga masih dalam proses pencarian setelah tertimbun reruntuhan.

Upaya evakuasi menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju lokasi yang terdampak paling parah.

"Tim SAR kemudian berupaya menggunakan jalur laut untuk menjangkau wilayah yang sulit ditembus melalui darat," ujarnya.

Jalur darat menuju kawasan sekitar pusat gempa dilaporkan terganggu akibat longsor.

Kondisi tersebut diperparah dengan terputusnya komunikasi di sejumlah titik.

Kondisi ini membuat proses pencarian dan evakuasi korban menjadi lebih sulit.

Tim SAR kemudian mengoptimalkan jalur laut untuk menjangkau wilayah yang belum dapat diakses melalui jalur darat.

Gempa utama terjadi pada Sabtu pagi dan memicu serangkaian gempa susulan.

Guncangan tersebut juga sempat menimbulkan gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah.

BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami beberapa jam setelah gempa utama.

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan sejumlah fasilitas umum.

BNPB juga mencatat sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi untuk menghindari risiko akibat gempa susulan.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan sebagian korban meninggal akibat tertimpa material bangunan ketika sedang berada di dalam rumah.

Proses pendataan terhadap korban, kerusakan bangunan, dan kebutuhan masyarakat masih dilakukan oleh pemerintah daerah bersama tim gabungan.

Dampak gempa turut dirasakan di sejumlah wilayah lain, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan.

Di Kabupaten Ende, pasien rumah sakit sempat dipindahkan ke area terbuka sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

BMKG mencatat gempa tersebut terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.

Gempa dangkal tersebut berpusat di wilayah laut dekat Nagekeo dan menimbulkan guncangan kuat di sejumlah daerah di Pulau Flores.

Hingga kini, proses pencarian, evakuasi, dan pendataan kerusakan masih berlangsung.

Petugas juga terus mengantisipasi kemungkinan gempa susulan serta dampak lanjutan terhadap masyarakat di wilayah terdampak.* (cbmi/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jelang HUT ke-81 RI, Rico Waas Gerakkan Gotong Royong Serentak di 21 Kecamatan Medan
Pendaftaran Perlinsos Medan Baru 35 Persen, Pemko Genjot Pendataan dengan Sistem Jemput Bola
Pemerintah Siapkan Rp100,17 Triliun untuk Pulihkan Aceh, Sumut, dan Sumbar hingga 2028
Gempa Dahsyat Guncang NTT, Wapres Gibran Pastikan Evakuasi hingga Bantuan untuk Warga
DPRD Tanjab Timur Gelar Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan HUT ke-81 RI, Bupati Tak Hadir
Gempa M7,7 Guncang Flores, Korban Tewas Bertambah Jadi 5 Orang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru