IHSG Ditutup Anjlok 2,16 Persen ke Level 7.378, Mayoritas Saham Tertekan di Akhir Perdagangan
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis (23/4/2026). IHSG anjlok 163 poin atau 2,16 pers
EKONOMI
MEDAN — Genap 435 tahun, Medan dikepung paradoks: di balik gedung-gedung baru, kriminalitas bermutasi dalam istilah-istilah sinis seperti "pagar berjalan", "rayap besi" dan "pompa Medan". Namun, bagi Shohibul Anshor Siregar ini bukan sekadar kisah kegagalan lokal.
"Ini bukti pengkhianatan sistematis terhadap konstitusi, dari Jakarta hingga Balai Kota Medan," tegas sosiolog dari FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu.
Jakarta: Proyek Legasi vs Kewajiban Negara
Shohibul menyoroti hilangnya arah pembangunan nasional. "Pemerintah pusat menguasai 80% APBN, tetapi alokasinya untuk proyek pencitraan: membangun IKN tanpa dana memadai. Sementara pengangguran dilembagakan dalam target RAPBN 5,3%," katanya.
Padahal pasal 27 ayat (2) UUD 1945, lanjut Shohibul, mewajibkan negara menyediakan pekerjaan layak. "Ini bukan kebijakan, tapi pengkhianatan konstitusi!" katanya.
Ia menambahkan, proyek infrastruktur Jokowi seperti tol dan bandara megah justru mengabaikan prioritas mendasar: "Ketika "pompa Medan" meracuni pemuda, anggaran kesehatan nasional tak menyentuh akar masalah."
Medan: Siklus Kegagalan yang Dinormalisasi
Di tingkat lokal, Shohibul menggambarkan birokrasi yang tumpul. "Eksekutif Medan hanya melakukan berbagai aktivitas yang ringan-ringan saja tanpa pengenalan akar masalah. Semisal, gelar razia seremonial saat ada insiden. DPRD sibuk bertransaksi politik. Sementara fasilitas publik dicuri "rayap besi". Penegak hukum membiarkan impunitas—kejahatan lama tak tuntas, modus baru seperti "becak hantu" pun bermunculan," paparnya.
Ia mengecam calon walikota yang memuji pendahulu: "Rico Waas dan juga Hidayatullah yang pada saat debat publik ketika musim Pilkada 2024 lalu, berlomba memuja kepemimpinan yang gagal yang akan mereka gantikan. Mereka abai bahwa kriminalitas ini warisan sistem yang mengubur konstitusi!"
Mandat Imperatif: Senjata Melawan Pengkhianatan
Di tengah krisis akuntabilitas ini, Shohibul mendesak revolusi sistem politik. "Pemilu kita hanya ritual demokrasi tanpa gigi dan didominasi oleh transaksi yang merendahkan harkat manusia. Para pemimpin eksekutif dan wakil rakyat terpilih lalu bebas khianati rakyat. Saatnya terapkan mandat imperatif: ikat politisi pada janji kampanye dan konstitusi dengan mekanisme impeachment dan recall jika melanggar," tegasnya.
Konsep ini, menurutnya, akan memutus siklus pengabaian: "Jika Jakarta jor-joran mengglorifikasi diri lewat manipulasi hegemoni IKN tapi abai kewajiban ciptakan lapangan kerja, presiden yang menggagas dan wakil rakyat yang menyetujuinya harus dihadapkan kepada sanksi impeachmen dan recall. Jika walikota tak turunkan angka "pagar berjalan", ia wajib diganti sebelum masa jabatan berakhir. Inilah demokrasi sejati: kedaulatan rakyat bukan sekadar suara di kotak pemilu!," katanya.
Suksesi Politik dan Ironi Kesejahteraan
Shohibul menyentil paradoks kebijakan pengangguran. "Sri Mulyani menargetkan 5,3% pengangguran dalam RAPBN. Itu artinya pemerintah merencanakan kegagalan memenuhi pasal 27 ayat (2). Padahal konstitusi jelas: negara wajib menjamin pekerjaan layak. Ini bukan kesalahan teknis, tapi pembangkangan terhadap cita-cita kemerdekaan," ujarnya.
Ia mengingatkan kembali filosofi dasar Indonesia: "Pemerintah pusat lupa tujuan bernegara: menghapus penjajahan—termasuk oleh bangsa sendiri. Membangun IKN sementara pengangguran di Medan dipaksa jadi "pagar berjalan" adalah bentuk penjajahan baru."
Jalan Keluar: Revolusi atau Kehancuran
Bagi Shohibul, solusinya terletak pada pemberdayaan kedaulatan rakyat. "Mekanisme mandat imperatif harus jadi senjata: wajibkan laporan periodik pejabat dengan indikator konkret—misal penurunan "pompa Medan" atau penyerapan pengangguran. Jika melenceng, rakyat bisa copot mereka melalui referendum," paparnya.
Ia menantang elit politik: "pada calon Walikota Medan: berani terima sistem ini? Atau Anda hanya ingin jadi pelestari status quo seperti pendahulu yang Anda puja?" Pesannya gelap tapi tegas: "Tanpa revolusi akuntabilitas, demokrasi kita tetap panggung sandiwara. Rakyat memilih, lalu dikhianati. Dan Medan akan tetap dikenang sebagai kota "rayap besi" di usia 435 tahunnya.*
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis (23/4/2026). IHSG anjlok 163 poin atau 2,16 pers
EKONOMI
JAKARTA Polemik pascavonis 7 tahun penjara terhadap aktor Ammar Zoni terus bergulir. Kali ini, kuasa hukum Ammar, Jon Mathias, melontark
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, memastikan pemerintah telah menyiapkan solusi terkait utang proyek
EKONOMI
JAKARTA Khalid Basalamah memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi ku
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA FBI daFBI dan Polri berhasil membongkar jaringan phishing global dalam operasi siber bersama yang telah berlangsung selama beberap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan Indonesia tidak akan memberlakukan pungutan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Ma
INTERNASIONAL
JAKARTA Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo, menanggapi usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kewajiban kaderisasi partai bagi baka
POLITIK
KARAWANG Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap aman meski Indonesia berpotensi menghadapi fenomena El Nino ekstrem atau ya
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang menjerat Bupati Pekalongan n
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas dalam beberapa hari terakhir mengalami pelemahan signifikan. Dalam dua hari terakhir, harga emas produksi Antam tercata
EKONOMI