Bupati Batu Bara Terima LHP dari BPK RI, Pemkab Batu Bara Raih Opini WTP
MEDAN Pemerintah Kabupaten Batu Bara berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)
PEMERINTAHAN
JAKARTA– Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Sulistyowati Irianto, melontarkan kritik keras terhadap pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru saja diberlakukan, serta pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Menurutnya, hukum pidana Indonesia kini berpotensi menjadi alat represi dan bukan instrumen perlindungan bagi warga negara.
Sulistyowati menilai bahwa sejak diberlakukannya KUHP yang baru, hukum pidana di Indonesia justru menjauh dari tujuan utamanya, yaitu melindungi masyarakat dari kejahatan dan penyalahgunaan kekuasaan.Baca Juga:
Dalam pernyataan yang disampaikan pada Minggu, 4 Januari 2026, Sulistyowati menyatakan bahwa hukum kini digunakan untuk mempertahankan kekuasaan segelintir elit dan bukan untuk menegakkan keadilan sosial.
"Tujuan hukum itu sebenarnya adalah untuk menjaga masyarakat dari kejahatan dan keserakahan, tetapi sejak KUHP ini diberlakukan, sepertinya hukum tidak lagi berfungsi sesuai tujuannya," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hukum kini lebih berfokus pada penguatan kekuasaan kelompok elit yang memiliki pengaruh besar, tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat luas.
Hukum Sebagai Alat Represi, Bukan Perlindungan
Guru besar hukum ini juga menilai bahwa hukum pidana yang ada justru berpotensi menjadi alat represi terhadap kelompok-kelompok yang tidak memiliki kekuatan atau daya politik, meskipun mereka merupakan mayoritas.
"Hukum ini bukan lagi untuk melindungi rakyat, tetapi untuk mempertahankan status quo kekuasaan segelintir elit yang memiliki kekuatan besar," tegas Sulistyowati.
Menurutnya, jika Indonesia masih mengklaim sebagai negara hukum, maka prinsip dasar dari negara hukum itu harus mengedepankan demokrasi, perlindungan hak asasi manusia, dan independensi pengadilan.
Namun, ia menilai bahwa pada praktiknya, hal tersebut tidak sepenuhnya tercermin dalam proses pembuatan dan penerapan hukum pidana yang baru.
Kritik terhadap Proses Legislasi
MEDAN Pemerintah Kabupaten Batu Bara berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)
PEMERINTAHAN
JAKARTA Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang dikenal sebagai Mama Sinta re
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polemik hubungan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali memanas setelah Ket
POLITIK
JAKARTA Instruksi Presiden Prabowo Subianto agar bahasa Prancis diajarkan di seluruh jenjang sekolah menuai beragam tanggapan. Sejumlah
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia buka suara terkait lagu berjud
NASIONAL
MEDAN Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menangkap enam orang yang diduga menjadi provokator dalam aksi penyerangan terhada
HUKUM DAN KRIMINAL
KENDARI Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 digelar untuk memotivasi kepala d
NASIONAL
JAKARTA Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang dikenal sebagai Mama Sinta me
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berinisial FIS, 25 tahun, yang merupakan lulusan Institut P
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUSEL Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan menyembelih sebanyak 56 ekor hewan kurban pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah sebagai b
PEMERINTAHAN