Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sulistyowati juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap proses pembuatan hukum yang tidak melibatkan partisipasi publik secara terbuka.
Ia mengungkapkan bahwa seharusnya hukum merupakan hasil konsensus dari seluruh warga negara yang didelegasikan melalui lembaga legislatif, namun kenyataannya hal ini tidak tercermin dalam proses legislasi yang ada.
"Demokrasi itu artinya hukum harus mencerminkan suara rakyat yang disalurkan melalui parlemen. Namun pada kenyataannya, itu tidak terjadi," ujar Sulistyowati.
Ia menambahkan bahwa hak masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pembuatan hukum, serta hak mereka untuk mendengarkan penjelasan tentang kebijakan hukum, masih jauh dari ideal.
Perlindungan Hak Asasi Manusia Terancam
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perlindungan hak asasi manusia di Indonesia terancam dengan adanya sejumlah pasal dalam KUHP yang memberikan kewenangan yang terlalu besar kepada aparat penegak hukum.
Hal ini, menurutnya, membuka potensi penyalahgunaan kekuasaan yang dapat merugikan masyarakat.
Sulistyowati menekankan pentingnya pembuktian yang akurat dalam hukum pidana, karena kesalahan dalam proses hukum dapat berakibat fatal, terutama bagi individu yang salah dihukum.
"Hukum pidana harus tetap dapat dipertanggungjawabkan, karena jika sampai salah menghukum, akan sangat sulit untuk memperbaikinya," tutupnya.*
(dw/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.