Wakil Presiden ke 10 dan 12 RI Jusuf Kalla dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/2026). (Foto: Gilang Faturahman/detikFoto)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JK membantah tudingan bahwa dirinya menistakan agama. Ia menegaskan, apa yang disampaikan dalam ceramah tersebut didasarkan pada peristiwa nyata yang pernah terjadi.
"Apa yang disampaikan itu berdasarkan fakta di lapangan, para pelaku dan tokoh saat itu juga membenarkan," kata JK di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Untuk meluruskan polemik, JK bahkan mengumpulkan sejumlah tokoh lintas agama yang terlibat dalam perundingan damai Perjanjian Malino I dan Perjanjian Malino II. Dalam pertemuan tersebut, para tokoh menyatakan kesepakatan atas pernyataan JK.
Di sisi lain, JK juga menyinggung pernyataan Ade Armando yang dinilai tidak berdasar. Ia meminta agar tidak berbicara tanpa memahami konteks secara utuh.
"Jangan ngomong seenaknya saja. Dibilang diperintahkan, siapa yang bilang? Tidak ada itu," tegasnya.
JK juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dinilainya sebagai fitnah. Ia berharap publik tetap menjaga persatuan dan tidak terpecah oleh isu yang berkembang.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh agama dari Poso dan Maluku yang sebelumnya terlibat dalam proses perdamaian, baik dari unsur Kristen maupun Muslim.
Menurut JK, peran tokoh agama dan media sangat penting untuk menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.
"Kita berharap masyarakat memahami dan tidak terpecah belah oleh informasi yang tidak benar," pungkasnya.*
(oz/dh)
Editor
: Nurul
JK Semprot Ade Armando soal Ceramah di UGM: Jangan Ngomong Seenaknya!