Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut, salah satu temuan penting dalam kajian 2025 adalah belum adanya sistem terintegrasi dalam pendidikan politik dan kaderisasi parpol, sehingga membuka ruang penyimpangan.
"Belum tersedianya lembaga pengawas khusus dalam proses kaderisasi, pendidikan politik, serta pengelolaan keuangan partai memperbesar risiko penyimpangan," ujar Budi.
KPK menilai, tingginya biaya politik dalam pemilu menjadi salah satu pintu masuk terjadinya praktik korupsi, sehingga diperlukan sistem pengawasan yang lebih kuat.*
(d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.