BREAKING NEWS
Selasa, 02 Juni 2026

Idrus Marham Sindir Dino Patti Djalal soal Kritik Prabowo ke LN: Diplomasi Tingkat Tinggi Tak Bisa Lewat Zoom

Dharma - Selasa, 02 Juni 2026 19:58 WIB
Idrus Marham Sindir Dino Patti Djalal soal Kritik Prabowo ke LN: Diplomasi Tingkat Tinggi Tak Bisa Lewat Zoom
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. (Foto: BeritaNasional/Harits).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham membela langkah Presiden Prabowo Subianto yang aktif melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Idrus menilai diplomasi tingkat tinggi tidak bisa disamakan dengan komunikasi sehari-hari melalui video call atau konferensi daring sebagaimana disarankan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Menurut Idrus, hubungan antar kepala negara memiliki nilai strategis yang tidak dapat digantikan oleh teknologi komunikasi semata. Ia menegaskan, pertemuan langsung menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan, memperkuat kerja sama, hingga menghasilkan berbagai kesepakatan strategis antarnegara.

"Bagaimana menyamakan realitas diplomasi tingkat tinggi dengan obrolan sehari-hari. Diplomasi antarnegara membutuhkan kehadiran langsung untuk membangun hubungan yang lebih kuat," ujar Idrus kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga:

Meski menghormati pandangan Dino Patti Djalal sebagai diplomat senior, Idrus mengaku prihatin terhadap kritik yang hanya menyoroti biaya perjalanan luar negeri Presiden. Menurutnya, diplomasi kenegaraan tidak bisa diukur semata dari besaran anggaran yang dikeluarkan.

Ia menjelaskan, berbagai keputusan penting dalam bidang investasi, pertahanan, ekonomi hingga kerja sama strategis kerap lahir dari pertemuan langsung yang berlangsung di luar agenda resmi.

Idrus menilai diplomasi kepresidenan harus dilihat dari manfaat jangka panjang yang dihasilkan bagi bangsa dan negara. Keuntungan yang diperoleh dari kerja sama internasional, kata dia, jauh lebih besar dibanding biaya operasional perjalanan yang dikeluarkan pemerintah.

"Diplomasi kepresidenan harus dinilai dari nilai strategis jangka panjang, baik dalam bentuk investasi, penguatan kedaulatan, maupun stabilitas kawasan," tegasnya.

Lebih lanjut, Idrus mengatakan Indonesia saat ini berada di tengah dinamika geopolitik global yang kompleks. Karena itu, kehadiran Presiden Prabowo dalam berbagai forum internasional dinilai penting untuk menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dan berpengaruh dalam percaturan dunia.

Ia juga menilai pemerintah perlu meningkatkan komunikasi publik terkait tujuan dan hasil kunjungan luar negeri Presiden agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh mengenai manfaat diplomasi yang dilakukan.

"Saya kira pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka apa target, hasil, dan manfaat dari setiap kunjungan luar negeri Presiden sehingga publik memahami substansi diplomasi yang dijalankan," katanya.

Sebelumnya, Dino Patti Djalal menyampaikan lima saran kepada Presiden Prabowo terkait intensitas kunjungan luar negeri yang dinilainya cukup tinggi. Salah satu usulan yang menjadi sorotan adalah memanfaatkan video call atau zoom meeting sebagai alternatif komunikasi dengan para pemimpin dunia untuk menghemat anggaran negara.

Menurut Dino, teknologi komunikasi saat ini memungkinkan pembahasan berbagai isu strategis tanpa harus selalu melakukan perjalanan luar negeri yang memerlukan biaya besar. Namun pandangan tersebut mendapat tanggapan berbeda dari Idrus Marham yang menilai diplomasi langsung tetap memiliki nilai yang tidak tergantikan.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru