BREAKING NEWS
Selasa, 07 Juli 2026

Bobby Nasution Buka Suara soal OTT Bupati Langkat, Akui Sudah Berkali-kali Tegur Ondim

Dharma - Selasa, 07 Juli 2026 12:50 WIB
Bobby Nasution Buka Suara soal OTT Bupati Langkat, Akui Sudah Berkali-kali Tegur Ondim
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengungkapkan telah menegur Bupati Langkat, Syah Afandin, sebelum terjerat OTT KPK. (Foto: CNN Indonesia/Farida)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDANGubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengaku telah beberapa kali memberikan teguran kepada Bupati Langkat Syah Afandin atau Ondim sebelum akhirnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pernyataan itu disampaikan Bobby saat dimintai tanggapan terkait penangkapan Ondim dalam kasus dugaan suap proyek di Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.

Bobby mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selama ini tidak tinggal diam ketika menemukan adanya hal-hal yang dinilai janggal dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Baca Juga:

"Sebagai perpanjangan pemerintah pusat di daerah, jika ada hal-hal yang kami anggap janggal dalam menjalankan roda pemerintahan, tentu kami sampaikan," ujar Bobby kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (6/7/2026).

Menurut Bobby, teguran kepada para kepala daerah dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari penyampaian secara halus, sindiran, hingga teguran secara langsung.

"Kami sering bertemu dengan para kepala daerah. Teguran sudah beberapa kali kami sampaikan, baik secara halus, secara satire, maupun secara langsung," katanya.

Bobby mengaku prihatin atas kembali terjadinya kasus dugaan korupsi yang menjerat kepala daerah di Kabupaten Langkat. Sebelumnya, mantan Bupati Langkat Terbit Rencana juga pernah tersandung kasus korupsi.

Ia menilai masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan dalam praktik korupsi karena anggaran yang seharusnya digunakan untuk pembangunan daerah dan kepentingan publik justru disalahgunakan.

"Yang paling dirugikan tentu masyarakat. Uang itu seharusnya dipakai untuk membangun daerah, pendidikan, dan kebutuhan masyarakat. Harapan kami, kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ujarnya.

Meski demikian, Bobby menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan korupsi tidak hanya bergantung pada sistem yang dibangun pemerintah, tetapi juga pada integritas setiap individu yang menjalankannya.

"Secanggih apa pun sistem yang dibuat, kalau orang yang menjalankannya memiliki niat tidak baik, pasti akan ada celah untuk melakukan pelanggaran," tegasnya.

Diketahui, KPK menggelar operasi tangkap tangan pada Rabu (1/7/2026) malam dan mengamankan Bupati Langkat Syah Afandin bersama enam orang lainnya.

Dalam operasi tersebut, penyidik turut menyita uang tunai dalam rupiah dan valuta asing, serta puluhan keping logam mulia berbahan platinum. KPK menduga Syah Afandin menerima suap senilai Rp800 juta yang berkaitan dengan proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim Kabupaten Langkat.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Sayangkan OTT KPK di Langkat: Korban Utamanya Masyarakat
Gantikan Ondim Jadi Plt Bupati Langkat, Tiorita Surbakti Ingatkan OPD: Hindari Korupsi!
Bobby Nasution Akui Pernah Tegur Dugaan Kejanggalan di Pemkab Langkat Sebelum OTT KPK
Gantikan Ondim yang Terjaring OTT KPK, Tiorita Surbakti Resmi Jabat Plt Bupati Langkat
KPK Ungkap Raja Juli Baru Laporkan Penolakan Gratifikasi Usai OTT Bupati Kuansing
Haaland Bungkam Brasil, Norwegia Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru