Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JAKARTA– Partai Gerindra menghormati keputusan PDI Perjuangan (PDIP) yang memilih menempatkan diri sebagai partai penyeimbang dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Gerindra menilai setiap partai politik memiliki hak penuh menentukan sikap politiknya sesuai dengan arah perjuangan masing-masing.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mengatakan keputusan PDIP merupakan bagian dari kedaulatan internal partai yang patut dihormati. Menurutnya, Gerindra tidak mempermasalahkan posisi politik PDIP yang berada di luar pemerintahan.
"Partai Gerindra menghormati sepenuhnya keputusan internal PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri yang memilih menempatkan diri sebagai partai penyeimbang. Setiap partai memiliki kedaulatan penuh menentukan arah perjuangan dan posisinya dalam konstelasi politik nasional," ujar Sugiat kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).Baca Juga:
Ia menegaskan hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tetap terjalin dengan baik. Menurut Sugiat, keduanya memiliki hubungan persahabatan yang telah terbangun sejak lama dan tidak akan terpengaruh oleh perbedaan posisi politik.
Sugiat menyebut kedekatan personal antara Prabowo dan Megawati justru menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas politik nasional. Dengan hubungan yang harmonis tersebut, mekanisme checks and balances di parlemen diyakini tetap berjalan secara sehat tanpa memicu polarisasi.
Gerindra juga memandang kritik, koreksi, maupun masukan dari partai penyeimbang sebagai bagian penting dalam sistem demokrasi. Pemerintahan Presiden Prabowo, kata dia, terbuka terhadap berbagai kritik yang bersifat objektif dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Selain itu, Sugiat menilai Gerindra dan PDIP memiliki kesamaan pandangan mengenai budaya politik gotong royong. Baik partai yang berada di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan disebut memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kepentingan bangsa dan negara.
Hal senada disampaikan Juru Bicara Gerindra lainnya, Bahtra Banong. Ia mengatakan partainya menghargai penuh sikap politik PDIP dan menegaskan Presiden Prabowo sebelumnya juga telah menyampaikan apresiasi kepada seluruh partai politik, baik yang tergabung dalam koalisi pemerintahan maupun yang berada di luar pemerintahan.
Menurut Bahtra, yang terpenting adalah seluruh elemen politik tetap bekerja sama demi kepentingan rakyat, menjaga stabilitas nasional, serta mendukung pembangunan Indonesia.
Gerindra pun memastikan hubungan baik dengan PDIP tetap terjaga meski memiliki posisi politik yang berbeda. Partai berlambang kepala Garuda itu menilai perbedaan sikap merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi dan tidak akan mengganggu komunikasi maupun kerja sama antarelite politik.* (d/dh)
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA