Sentil Jawaban Doorstop, Sudirman Said Desak Pemerintah Klarifikasi Resmi Polemik Ijazah Gibran
JAKARTA Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meminta pemerintah memberikan penjelasan resmi terkait polemik
NASIONAL
JAKARTA - Pakar hukum tata negara Denny Indrayana menanggapi pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut polemik ijazah dirinya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai operasi politik untuk menurunkan reputasi. Denny menilai istilah downgrade tidak tepat untuk menggambarkan kritik terhadap Gibran.
Denny justru mempertanyakan kelayakan Gibran untuk menduduki jabatan publik. Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM itu bahkan menyinggung jabatan Gibran sebagai Wakil Presiden hingga Wali Kota Solo sebelumnya.
"Pak Jokowi mengatakan ada operasi politik yang mendowngrade reputasi Gibran Rakabuming Raka. Apa betul, apakah downgrade? atau justru memang fail grade, memang tidak layak. Bukan hanya tidak layak menjadi wakil Presiden, bahkan tidak layak menjadi walikota Solo," ujar Denny dalam pernyataannya yang dikutip Senin (19/10/2026).Baca Juga:
Pernyataan tersebut merupakan penilaian pribadi Denny terhadap Gibran di tengah polemik mengenai dokumen pendidikan yang kembali menjadi sorotan publik.
Denny juga mengemukakan sejumlah pertanyaan mengenai riwayat pendidikan Gibran. Dia menyinggung pendidikan Gibran setelah menyelesaikan jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di Solo, kemudian melanjutkan studi ke Singapura dan Australia.
Menurut Denny, terdapat pertanyaan mengenai apakah Gibran menyelesaikan pendidikan pada jenjang tersebut. Dia juga menyinggung program Diploma of Business di UTS Insearch, Sydney, Australia, yang menurutnya tidak disertai bukti kelulusan berupa ijazah diploma.
Denny menyebut dokumen yang menjadi sorotan berupa sertifikat kehadiran dan transkrip nilai. Namun, pernyataan tersebut merupakan klaim yang disampaikan Denny dan tidak dengan sendirinya membuktikan kesimpulan hukum mengenai pemenuhan persyaratan pendidikan Gibran.
Polemik mengenai dokumen pendidikan Gibran sebelumnya juga berkaitan dengan gugatan yang mempersoalkan persyaratan pencalonannya sebagai wakil presiden.
Sebelumnya, Jokowi menyebut polemik mengenai ijazah dirinya dan Gibran diduga berkaitan dengan operasi politik yang bertujuan menurunkan reputasi politik mereka.
Jokowi menyampaikan pandangan tersebut saat ditemui di kediamannya di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (16/10/2026).
"Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali," kata Jokowi.
Dia juga menilai polemik tersebut berpotensi diarahkan untuk menurunkan reputasi politik dirinya maupun Gibran.
JAKARTA Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meminta pemerintah memberikan penjelasan resmi terkait polemik
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, mempertanyakan rencana jaksa penuntut umum (JPU) yang belum memasukkan ijazah fisik Presiden k
NASIONAL
JAKARTA Sejumlah media asing menyoroti gejolak pasar saham Indonesia setelah penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (
EKONOMI
BATU BARA Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian meninjau sejumlah infrastruktur di Desa Mekar Mulyo, Kecamatan Sei Balai, Senin (19/10/2026)
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menyapa warga Lingkungan Langgapayung, Kecamatan Sungai
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menghadiri peresmian dan syukuran Sekolah Tinggi Agama I
PENDIDIKAN
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengikuti exit meeting bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara di Au
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap adanya dugaan keterlibatan pihak asing, termasuk dari negara tetangga, dalam kasus ke
NASIONAL
JAKARTA Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dan koalisi masyarakat s
NASIONAL
JAKARTA Pakar hukum tata negara Denny Indrayana menanggapi pernyataan Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut polemik ijazah d
POLITIK