BREAKING NEWS
Rabu, 21 Oktober 2026

Dituding Kabinet Gemuk dan Tak Efisien, Prabowo Balas Kritik dengan Perbandingan Eropa: Mana yang Tidak Efisien?

Adelia Syafitri - Rabu, 21 Oktober 2026 18:56 WIB
Dituding Kabinet Gemuk dan Tak Efisien, Prabowo Balas Kritik dengan Perbandingan Eropa: Mana yang Tidak Efisien?
Presiden Prabowo Subianto, saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna dalam momentum dua tahun pemerintahannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Menurut Prabowo, luas wilayah, besarnya jumlah penduduk, serta kompleksitas persoalan nasional menjadi pertimbangan penting dalam membentuk struktur pemerintahan.

Ia menilai Indonesia membutuhkan koordinasi yang kuat antarkementerian dan lembaga untuk menjalankan program pemerintah sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang muncul.

Selain menanggapi persoalan ukuran kabinet, Prabowo turut membahas dinamika persaingan politik dalam negeri.

Ia mengatakan negara sebesar Indonesia memiliki banyak kekuatan politik yang ingin berkontribusi dalam pemerintahan. Namun, jumlah jabatan kepemimpinan yang tersedia tetap terbatas.

"Negara sebesar kita, dinamika politik sebesar kita, pasti persaingannya keras, kursi terbatas. Kok ada yang senyum ya?" ujar Prabowo.

Prabowo juga menyinggung keberadaan para pemimpin partai politik yang tergabung dalam pemerintahan. Ia mengatakan persaingan untuk mendapatkan jabatan merupakan bagian dari dinamika politik.

"Pemimpin partai ini sadar kursi terbatas. Presiden hanya satu," ucapnya.

Meski demikian, Prabowo menekankan pentingnya persatuan berbagai kekuatan politik agar pemerintah dapat berkonsentrasi menjalankan agenda pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung penanganan sejumlah bencana alam yang terjadi selama masa pemerintahannya.

Ia menyebut pemerintah telah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana di wilayah Sumatera bagian utara, gempa bumi, aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Prabowo, penanganan berbagai situasi tersebut membutuhkan kekompakan jajaran pemerintah dan koordinasi antarlembaga.

"Dan kita mampu mengendalikan ada bencana alam, kita hadapi. Sumatera bagian utara kemarin habis-habisan kita turun," katanya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gara-gara Konten Job Fair, Pemkab Deli Serdang Semprot Akun IG Pengkritik: Netizen Gak Bodoh
2 Tahun Prabowo-Gibran, BEM UI dan Mahasiswa Sejumlah Kampus Turun ke Jalan Hari Ini!
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Akademisi Soroti Kepercayaan Publik dan Komunikasi Pemerintah
SBY Kenang 10 Tahun Didemo Saat Jadi Presiden: Kalau Tak Mendengar Rakyat, Bisa Jatuh
Rocky Gerung Sebut Istana Sarang Korupsi: Saya Masuk untuk Memberantas Maling yang Bersembunyi di Bawah Meja Istana
Putusan MK Dinilai Perkuat Hak Masyarakat Kritik Pemerintah, Pengamat: Warga Harus Lebih Berani Kritik Kebijakan dan Penggunaan Anggaran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru