BREAKING NEWS
Rabu, 13 Mei 2026

Mr. Sutan Mohammad Amin Nasution: Pahlawan Nasional, Deklarator Sumpah Pemuda hingga Gubernur Sumut Pertama

Adelia Syafitri - Jumat, 23 Mei 2025 08:14 WIB
Mr. Sutan Mohammad Amin Nasution: Pahlawan Nasional, Deklarator Sumpah Pemuda hingga Gubernur Sumut Pertama
Mr. Sutan Mohammad Amin Nasution.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Awal tahun 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data mengejutkan soal suku-suku di Indonesia yang paling banyak mencetak sarjana.

Hasilnya, Suku Batak menempati posisi teratas dengan kontribusi 18,02 persen dari total sarjana nasional, disusul Suku Minangkabau 18 persen dan Suku Bali 14,54 persen.

Data ini menunjukkan bagaimana paradigma pendidikan menjadi prioritas utama dalam kultur keluarga Batak.

Tidak mengherankan jika banyak tokoh nasional, terutama di bidang hukum dan peradilan, berasal dari suku ini.

Salah satu tokoh besar yang patut dikenang adalah Mr. Sutan Mohammad Amin Nasution – begawan hukum, tokoh kemerdekaan, dan Pahlawan Nasional Indonesia.

Jejak Sang Begawan Hukum

Meski berdarah Batak Mandailing, Amin Nasution lahir di Lhok Ngah, Aceh Besar pada 22 Februari 1904.

Perjalanan hidupnya merefleksikan komitmen kuat terhadap pendidikan dan perjuangan kemerdekaan.

Mengenyam pendidikan di berbagai kota, Amin Nasution akhirnya menamatkan studi hukum di Rechtschoogeschool Batavia dan meraih gelar bergengsi Meester in de Rechten (Mr).

Aktif dalam organisasi pergerakan pemuda, Amin turut mendeklarasikan Sumpah Pemuda 1928.

Ia menolak menjadi birokrat kolonial dan memilih menjadi advokat rakyat di Kutaradja (kini Banda Aceh).

Selama pendudukan Jepang, ia dipercaya sebagai hakim dan kepala sekolah, tempatnya menanamkan semangat nasionalisme pada generasi muda Aceh.

Gubernur Pejuang yang Pernah Ditawan Belanda

Usai proklamasi, Presiden Soekarno menunjuk Amin Nasution sebagai Gubernur Muda Sumatera Utara (wilayah Aceh, Tapanuli, dan Sumatera Timur).

Ia bahkan pernah ditangkap Belanda saat mengunjungi orang tuanya, namun berhasil melarikan diri dan melanjutkan perjuangan.

Pada 1948, Sumatera dimekarkan dan Amin Nasution resmi dilantik sebagai Gubernur Sumatera Utara pertama.

Di tengah agresi militer dan krisis ekonomi, ia mencetak Uang Republik Indonesia Sumatera Utara demi menstabilkan ekonomi daerah.

Tak hanya di Sumut, ia juga dipercaya menjabat Gubernur Riau pertama pada 1958–1960.

Pengabdiannya selama puluhan tahun membuatnya dihormati lintas generasi.

Penghargaan dan Warisan Nasionalisme

Atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia menganugerahkan berbagai penghargaan bergengsi: Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Jasa Utama, hingga gelar Pahlawan Nasional yang diberikan Presiden Joko Widodo pada 10 November 2020.

Mr. Sutan Mohammad Amin Nasution bukan hanya simbol kecerdasan, tetapi juga keberanian, pengabdian, dan nasionalisme yang patut diteladani.

Di tengah tantangan zaman, warisan semangatnya relevan untuk menginspirasi para juris muda dan generasi penerus bangsa.*

(dd/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru