JAKARTA — Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar meninggal dunia pada Sabtu (8/11/2025) siang. Jenazah akan disalatkan di Masjid Asy Syarif usai salat Asar.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh kuasa hukumnya, Boyamin Saiman, yang juga meminta masyarakat mendoakan kepergian Antasari.
"Betul, barusan saya konfirmasi ke pengurus Masjid Asy Syarif. Akan diselenggarakan salat jenazah Pak Antasari ba'da Asar," kata Boyamin, Sabtu (8/11/2025).
Boyamin juga menyampaikan permohonan maaf atas nama almarhum kepada seluruh pihak yang mungkin pernah bersinggungan dengannya selama hidup.
"Mohon dimaafkan segala kesalahannya. Kita doakan almarhum mendapatkan tempat terbaik dan pahala yang banyak di sisi Allah," ujarnya.
Perjalanan Hidup dan Karier Antasari Azhar Antasari Azhar lahir di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, pada 18 Maret 1953.
Ia menamatkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, dan dikenal aktif dalam organisasi mahasiswa di masa mudanya.
Antasari memulai karier di Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Kehakiman pada 1981, sebelum menjadi jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
Kariernya terus menanjak hingga dipercaya memimpin sejumlah kejaksaan negeri, termasuk Kejari Baturaja dan Kejari Jakarta Selatan.
Nama Antasari mulai dikenal publik ketika menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada awal 2000-an.
Ia sempat menjadi sorotan dalam kasus eksekusi Tommy Soeharto yang dinilai terlambat dilakukan.
Namun puncak kariernya datang pada tahun 2007, ketika ia terpilih sebagai Ketua KPK menggantikan Taufiequrachman Ruki, setelah unggul dari calon lainnya, Chandra M. Hamzah, dalam pemilihan oleh Komisi III DPR RI.