Mata uang Garuda berada di level Rp16.958 per USD, melemah sekitar 2 poin atau 0,01 persen dari posisi penutupan sebelumnya di Rp16.956 per USD.
Sementara data lain menunjukkan kurs rupiah bergerak di sekitar Rp16.976 per USD, mencerminkan pergerakan yang masih fluktuatif dan cenderung melemah di tengah dinamika pasar valuta asing.
Analis pasar uang memperkirakan rupiah akan tetap bergerak labil pada perdagangan hari ini, dengan kecenderungan melemah seiring sentimen global yang masih membayangi.
Faktor eksternal seperti tekanan terhadap dolar AS dan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan fiskal turut memengaruhi pergerakan nilai tukar.
Di pasar internasional, kekhawatiran akan independensi bank sentral dan risiko fiskal turut menyeret rupiah mendekati level terendahnya dalam beberapa tahun terakhir.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah langkah-langkah kebijakan makro di dalam negeri dan sentimen global yang kompleks, termasuk dinamika hubungan ekonomi Amerika Serikat dengan mitra dagangnya.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai kondisi fundamental ekonomi domestik masih kuat, dengan proyeksi pertumbuhan yang direvisi positif oleh lembaga internasional.
Hal ini dinilai dapat menjadi penyangga terhadap tekanan jangka pendek di pasar valuta.
Bank Indonesia dan pelaku pasar terus mencermati perkembangan nilai tukar serta sinyal-sinyal kebijakan moneter yang akan datang, seiring upaya menjaga stabilitas kurs di tengah gejolak pasar global.*
(mt/dh)
Editor
: Adam
Nilai Tukar Rupiah vs Dolar AS: Pelemahan Tipis di Awal Perdagangan