BREAKING NEWS
Sabtu, 16 Mei 2026

IHSG Dibuka Melemah di Level 7.084, Tekanan Global Bikin Pasar Gemetar

Adelia Syafitri - Rabu, 25 Maret 2026 09:22 WIB
IHSG Dibuka Melemah di Level 7.084, Tekanan Global Bikin Pasar Gemetar
Ilustrasi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan Rabu, 25 Maret 2026, meski penurunannya masih terbatas.

IHSG tercatat dibuka di level 7.084,62 pada pukul 09.00 WIB.

Tak lama setelah pembukaan, indeks sempat menyentuh level terendah di 7.057,22.

Baca Juga:

Namun pada pukul 09.01 WIB, IHSG mulai berbalik arah dan menyisakan penurunan 24,87 poin atau 0,35 persen ke posisi 7.081,96.

Sementara itu, level tertinggi yang dicapai IHSG pada awal sesi perdagangan berada di angka 7.097,4.

Dari sisi aktivitas pasar, nilai transaksi tercatat mencapai Rp2,15 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,22 miliar saham dan frekuensi transaksi 129.505 kali.

Sebanyak 191 saham menguat, 312 saham melemah, dan 198 saham stagnan.

Tekanan terhadap IHSG disebut masih dipengaruhi oleh ketidakpastian global, khususnya terkait konflik geopolitik di Timur Tengah.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas menilai kondisi risk-off masih mendominasi pasar.

"Volatilitas harga komoditas seperti emas, minyak, dan gas alam masih tinggi, seiring meningkatnya ketidakpastian global," tulis BRI Danareksa dalam risetnya.

Mereka memproyeksikan IHSG bergerak dalam tekanan dengan kisaran support 6.950–7.000 dan resistance 7.135–7.200.

Senada, analis dari Phintraco Sekuritas menyebut gejolak harga energi global mendorong bank sentral dunia untuk tetap waspada terhadap inflasi.

Sejumlah bank sentral seperti Federal Reserve, European Central Bank, hingga Bank of England masih mempertahankan suku bunga.

"IHSG berpotensi melemah dan menguji level support di kisaran 6.800–7.000," tulis Phintraco.

Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia menilai pelemahan bursa global, terutama Wall Street, serta ketegangan geopolitik menjadi sentimen negatif bagi pasar domestik.

Meski demikian, adanya aksi beli bersih investor asing dan penguatan harga komoditas dinilai dapat menjadi penahan tekanan.

"IHSG diperkirakan bergerak bervariasi cenderung melemah pada kisaran support 6.920–7.000 dan resistance 7.225–7.328," tulis CGS.

Adapun Panin Sekuritas menambahkan bahwa tekanan juga berasal dari akumulasi koreksi pasar global selama libur Lebaran, kenaikan imbal hasil obligasi, serta tren arus keluar dana dari aset berisiko di negara berkembang.

Sejumlah saham yang direkomendasikan analis hari ini antara lain ITMG, PGAS, MEDC, UNVR, hingga INKP.*


(vo/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Geger! Mayat Misterius Ditemukan di Pemakaman Simalungun
Transisi Energi Indonesia: Teknologi Nuklir Garam Cair Jadi Solusi untuk Ketahanan Energi Bersih
Pejuang Energi Pertamina Hulu Indonesia Jaga Ketahanan Energi Nasional Selama Idulfitri, Pastikan Pasokan Tak Terhenti
Energi, Hukum, dan Kekuasaan: Ketika Selat Hormuz Menguji Batas Hukum Internasional
Pemerintah Batalkan Pembelajaran Daring, Fokus pada Pembelajaran Luring untuk Cegah Learning Loss
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Dimulai: Ini Daftar Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Terbaru di SPBU
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru