BREAKING NEWS
Jumat, 15 Mei 2026

Proyek DME Tersendat, Bahlil Sebut Ada Pihak yang Menghambat

gusWedha - Senin, 04 Mei 2026 12:19 WIB
Proyek DME Tersendat, Bahlil Sebut Ada Pihak yang Menghambat
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam forum Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa di Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap adanya sejumlah hambatan dalam pengembangan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), yang digagas sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Menurut Bahlil, proyek DME menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang masih membebani neraca energi nasional.

Ia menilai persoalan utama bukan pada ketersediaan gas, melainkan perbedaan jenis gas yang dimiliki Indonesia.

Baca Juga:

"Cadangan gas kita besar, tetapi mayoritas berupa metana dan etana (C1 dan C2), sedangkan LPG berasal dari propana dan butana (C3 dan C4) yang terbatas," ujar Bahlil dalam forum Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa di Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2026.

Sebagai solusi, pemerintah mendorong pengembangan DME melalui hilirisasi batu bara berkalori rendah, salah satunya oleh PT Bukit Asam Tbk di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Produk DME diharapkan dapat menggantikan LPG, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga.

Namun, realisasi proyek tersebut menghadapi berbagai tantangan, mulai dari aspek investasi hingga perubahan komitmen mitra strategis.

Proyek ini sebelumnya telah dicanangkan pada masa pemerintahan Joko Widodo, tetapi belum mencapai tahap operasional.

Bahlil mengakui terdapat dinamika kepentingan yang sempat menghambat percepatan proyek.

Meski tidak merinci pihak yang dimaksud, ia menegaskan pemerintah akan memastikan proyek strategis nasional tersebut tetap berjalan.

"Kami pastikan proyek ini harus jalan. Tidak boleh lagi ada yang menghambat," kata dia.

Pemerintah menempatkan hilirisasi sebagai kebijakan jangka panjang untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Dalam konteks ini, proyek DME dipandang sebagai salah satu langkah strategis untuk menekan impor LPG yang terus meningkat setiap tahun.

Dengan kebutuhan energi domestik yang terus tumbuh, keberhasilan proyek DME dinilai akan menjadi indikator penting dalam upaya mencapai kemandirian energi.

Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong industrialisasi berbasis sumber daya dalam negeri.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Diduga Pemkab Batu Bara Tutup Mata, Warga Tanjung Tiram Menjerit: Elpiji 3 Kg Langka, Harga Tembus Rp25 Ribu!
Rupiah Melemah Tipis, Ancaman Koreksi ke Rp17.400 Makin Terbuka
Harga Emas Antam Turun Lagi! Saatnya Beli atau Justru Jual?
Bahas Evaluasi Transaksi Keuangan Bersama PPATK, Prabowo Minta Anggaran Rakyat Dikelola Lebih Ketat dan Tepat Sasaran
Dari Timur Tengah ke Dapur Rakyat: Rapuhnya Ketahanan Energi Indonesia
Milad Aisyiyah ke-109 di Asahan, Bupati Taufik Soroti Peran Perempuan dalam Pembangunan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru