JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada perdagangan Jumat (8/5/2026). IHSG merosot 204,92 poin atau 2,86 persen ke level 6.969,40 dan kembali terlempar dari posisi psikologis 7.000.
Sepanjang perdagangan, tekanan jual mendominasi hampir seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 138 saham menguat, 607 saham melemah dan 214 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp35,9 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 54,2 miliar saham.
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah indeks unggulan. Indeks LQ45 turun 2,39 persen ke level 677, indeks JII merosot 4,55 persen ke 451, indeks IDX30 turun 2,13 persen ke 380 dan indeks MNC36 melemah 2,32 persen ke posisi 297.
Mayoritas indeks sektoral berada di zona merah. Sektor konsumer non siklikal, konsumer siklikal, keuangan, infrastruktur, properti, industri, teknologi, energi, bahan baku hingga transportasi mengalami tekanan cukup dalam.
Sementara itu, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang masih mampu bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini.
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham masih mencatatkan kenaikan signifikan. Saham MPOW melonjak 34,55 persen ke level Rp148.
Kemudian saham MEDS naik 34,48 persen menjadi Rp117 dan IRRA menguat 25 persen ke posisi Rp510.
Sebaliknya, saham yang mengalami pelemahan terdalam di antaranya ESIP yang turun 15 persen ke Rp187.
Lalu ELPI melemah 15 persen ke Rp1.445 dan DSSA turun 14,94 persen ke level Rp1.310.
Anjloknya IHSG disebut dipengaruhi sentimen global dan aksi jual investor di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan internasional.*
(oz/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
IHSG Ditutup Turun Tajam ke Level 6.969 di Tengah Tekanan Mayoritas Sektor Saham