Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah tajam hingga menembus level Rp 17.500 per dolar AS. Kondisi ini menjadi perhatian serius DPR RI di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlanjut.
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) segera mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional agar tidak semakin tertekan.
"Tentu saja kita akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut," kata Puan di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga:
Berdasarkan data pasar, rupiah sempat menyentuh level Rp 17.520 per dolar AS pada pukul 10.10 WIB, setelah sebelumnya berada di Rp 17.487 pada awal perdagangan pagi. Dalam waktu kurang dari satu jam, rupiah tercatat melemah sekitar Rp 33 terhadap dolar AS.
Puan menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor domestik, tetapi juga kondisi ekonomi global yang masih bergejolak. Karena itu, menurutnya, koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi kunci untuk menjaga stabilitas.
"Ini bukan hanya Indonesia, tapi juga situasi global. Pemerintah bersama BI harus memastikan kondisi ini tidak membuat Indonesia terpuruk," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar langkah antisipasi tidak hanya difokuskan untuk jangka pendek, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi ekonomi hingga beberapa tahun ke depan.
"Harus diantisipasi sejak awal, bukan hanya tahun ini, tapi juga sampai 2027," tegasnya.
Lebih lanjut, Puan menyampaikan bahwa DPR RI akan membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam masa sidang mendatang. Pembahasan tersebut akan menjadi bagian dari strategi menghadapi tekanan ekonomi dan fiskal ke depan.*
(d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.