BREAKING NEWS
Senin, 25 Mei 2026

Prabowo Dorong Swasembada Protein Lewat Tambak Udang dan Ikan

Nurul - Senin, 25 Mei 2026 10:23 WIB
Prabowo Dorong Swasembada Protein Lewat Tambak Udang dan Ikan
Presiden Prabowo Subianto, saat menyampaikan pidatonya usai Panen Raya Udang, di Tambak BUBK, di Desa Tegalretno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional dengan mendorong swasembada protein melalui pengembangan tambak udang dan ikan di berbagai daerah. Langkah itu menjadi fokus Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk meningkatkan pasokan protein masyarakat sekaligus memperkuat ekspor sektor perikanan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan hasil produksi tambak udang nantinya akan diprioritaskan memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Hasil panen udang dari kawasan akan diarahkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebagai bagian dari penguatan swasembada protein," ujar Zulhas dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Baca Juga:

Sebelumnya, Presiden Prabowo meninjau langsung panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Dalam kunjungan itu, Presiden turut menarik jaring panen bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

Pemerintah menilai sektor budidaya perikanan memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan devisa negara.

Selain kawasan tambak di Kebumen, pemerintah juga menyiapkan pembangunan tambak udang di Waingapu seluas 2.000 hektare dan Gorontalo seluas 200 hektare. Sementara tambak ikan akan dikembangkan di kawasan pantai utara Jawa Barat dengan luas mencapai 14.000 hektare.

Tambak udang di Desa Tegal Retno, Kebumen, sendiri memiliki luas sekitar 65 hektare dengan 206 petak kolam budidaya. Kawasan tersebut dikelola Badan Layanan Umum Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan dan telah dibangun sejak tiga tahun lalu.

Menurut Zulhas, setiap hektare tambak ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 40 ton udang. Dengan harga udang sekitar Rp70 ribu per kilogram, kawasan tersebut diproyeksikan menghasilkan produksi hingga 960 ton per siklus atau sekitar 1.920 ton per tahun.

"Nilai produksi tambak tersebut mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau Rp134,4 miliar per tahun, serta mampu menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal," katanya.

Berdasarkan data KKP, nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai 6,27 miliar dolar AS. Komoditas udang menyumbang sekitar 1,87 miliar dolar AS atau hampir 30 persen dari total ekspor perikanan nasional.

Pemerintah menilai penguatan swasembada protein penting untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas tenaga kerja, hingga percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.*

(an/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Daging dalam 5 Tahun
Jangan Disepelekan, Ini 6 Gejala Tubuh Kekurangan Protein!
Ade Rai Bagikan Tips Hidup Sehat agar Perut Tidak Buncit: Kendalikan Makan, Olahraga, dan Emosi
Bukan Musuh! Ngemil Justru Bisa Bantu Turunkan Berat Badan
Pemprov Sumut Dukung Penuh Kampanye Konsumsi Telur oleh Pinsar Indonesia
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Konsumsi 100 Gram Protein Sehari? Ini Kata Ahli
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru