BREAKING NEWS
Rabu, 03 Juni 2026

Pemerintah Dorong Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatera, Akses KUR dan Relaksasi Kredit Diperluas

Raman Krisna - Rabu, 03 Juni 2026 07:44 WIB
Pemerintah Dorong Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatera, Akses KUR dan Relaksasi Kredit Diperluas
Menteri UMKM Maman Abdurrahman meninjau UMKM di wilayah terdampak bencana. (foto: Dok. Satgas PRR/Kementerian UMKM)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah menyiapkan sejumlah program percepatan untuk memulihkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi rehabilitasi dan rekonstruksi ekonomi masyarakat pascabencana.

Program tersebut difokuskan pada penguatan akses pembiayaan, perlindungan usaha, serta penciptaan kembali aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.

Baca Juga:

Pemerintah juga menargetkan UMKM dapat segera kembali produktif dalam periode pemulihan 2026–2028.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pemerintah memberikan perlakuan khusus bagi pelaku usaha terdampak melalui berbagai skema relaksasi pembiayaan.

Di antaranya pemberian masa tenggang (grace period) bagi debitur baru, penyederhanaan syarat kredit, relaksasi agunan tambahan, keringanan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, hingga penyesuaian suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Ini untuk memastikan mekanisme penyaluran kemudahan KUR dapat berjalan secara cepat dan tepat sasaran," kata Maman saat memimpin Rapat Koordinasi Penyaluran KUR Pascabencana Sumatera di Medan, beberapa waktu lalu.

Menurut Maman, berbagai kemudahan tersebut disiapkan agar pelaku UMKM tidak kehilangan akses permodalan dan dapat segera memulai kembali aktivitas usaha setelah terdampak bencana.

Sebagai langkah jangka panjang, kebijakan tersebut telah diintegrasikan dalam Rencana Induk (Renduk) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

Dokumen itu menjadi acuan utama pemerintah dalam pemulihan sektor ekonomi, khususnya UMKM, koperasi, dan ketenagakerjaan.


Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyebut Renduk disusun dari berbagai tingkat pemerintahan dan kementerian/lembaga untuk memastikan arah pemulihan berjalan terkoordinasi.

"Sekarang proses menuju pemulihan permanen atau rehab-rekon. Kuncinya adalah Renduk yang direkap dari kabupaten, kota, provinsi terdampak, serta kementerian/lembaga. Dokumen ini kemudian disandingkan oleh Bappenas dan dikawal oleh Satgas PRR," ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Sementara itu, pemerintah juga mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tiga provinsi terdampak.

Data Satgas PRR per 30 Mei 2026 mencatat penyaluran KUR telah menjangkau 193.703 debitur dengan total outstanding mencapai Rp11,22 triliun.

Penyaluran terbesar tercatat di Aceh dengan 121.984 debitur dan outstanding Rp7,15 triliun.

Sumatera Utara menyusul dengan 44.049 debitur senilai Rp2,43 triliun, sedangkan Sumatera Barat mencapai 27.670 debitur dengan outstanding Rp1,64 triliun.

Pemerintah berharap percepatan akses pembiayaan ini dapat menjadi motor pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana, sekaligus memperkuat ketahanan UMKM di masa mendatang.*


(ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jelang Piala Dunia 2026, Kapolda Aceh Ingatkan Warga Jaga Kamtibmas dan Hindari Judi
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Rabu 3 Juni 2026: Sejumlah Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Rabu 3 Juni 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
SALAM Kembali Demo di Polda Sumut, Soroti Dugaan “Pembiaran” Wifi Ilegal di Padang Lawas
Inflasi Sumut Tembus 0,89 Persen, Harga Tomat Melonjak hingga 82 Persen di Karo
Diaspora Muda Nusantara: Diplomasi Prabowo Bukan Seremonial, Hasilnya Nyata untuk Indonesia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru