Nyaris Setahun Jadi Buronan, Terpidana 9 Bulan di Tanjab Timur Akhirnya Masuk Lapas
TANJUNG JABUNG TIMUR Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur mengamankan seorang terpidana yang masuk dalam Da
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero) yang diungkap oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait praktik culas pengoplosan Pertalite menjadi Pertamax, membuat banyak warga kecewa. Dalam praktik ini, bos Pertamina Patra Niaga diduga melakukan pengoplosan Pertalite untuk dijual sebagai Pertamax, yang akhirnya menambah kekhawatiran masyarakat.
Kehebohan ini berdampak langsung pada perubahan perilaku konsumen bahan bakar minyak (BBM). Sejumlah pengendara yang biasa mengisi bahan bakar dengan Pertamax kini beralih ke SPBU Shell, yang mereka anggap lebih terpercaya. Salah satunya, Julian (31), seorang pengendara sepeda motor yang mengatakan dirinya merasa lebih yakin dengan kualitas BBM Shell meskipun harganya sedikit lebih mahal.
"Saya awalnya isi Pertamax, tapi sejak harganya naik, terus sudah ada feeling juga sih, kayak nggak yakin gitu. Terus juga banyak yang kendala karena isi Pertamax itu motor jadi sering trouble atau tangki jadi kotor. Makannya saya beralih ke Shell," kata Julian.
Ia menambahkan, meskipun harga BBM Shell lebih mahal, yang terpenting adalah kualitasnya yang lebih terjamin. Pengendara lain, seperti Fendi (42), juga mengaku beralih ke Pertalite setelah mendengar kabar tentang oplosan Pertalite menjadi Pertamax. Fendi merasa kecewa karena sudah menggunakan Pertamax, namun khawatir akan dampaknya terhadap mesin kendaraannya.
Namun, tidak semua pengendara ikut khawatir. Beberapa pengendara lain seperti Apis (39) tetap memilih Pertamax karena merasa tidak ada perubahan yang signifikan pada performa mesin kendaraannya. "Saya sih selama ini biasa saja sih pakai Pertamax, nggak ada perubahan sih. Mesin juga aman," ujarnya.
Selain itu, beberapa mahasiswa seperti David dan Yohanes (23) yang ditemui di SPBU Pertamina Penjernihan, Jakarta Pusat, mengaku belum mendalami sepenuhnya isu dugaan oplosan tersebut. Mereka memilih mengisi bahan bakar sesuai dengan kondisi keuangan mereka pada saat itu.
Kejagung Berjanji Klarifikasi
Terkait kabar ini, Kejagung menjamin bahwa Pertamax yang beredar saat ini bukan hasil oplosan. Kejagung memastikan bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus ini dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat.
(tb/p)
TANJUNG JABUNG TIMUR Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur mengamankan seorang terpidana yang masuk dalam Da
HUKUM DAN KRIMINAL
CALANG Polres Aceh Jaya menggelar upacara peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 pada Jumat, 21 Agustus 2026. Upacara berlangsung khidma
NASIONAL
PURWOKERTO Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menetapkan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, dan lima orang
HUKUM DAN KRIMINAL
TANGERANG SELATAN Polda Metro Jaya membongkar praktik produksi uang palsu senilai Rp36 miliar di Gudang Industri Taman Tekno BSD Blok C,
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tentara Nasional Indonesia atau TNI menyiagakan 66.510 personel untuk mendukung pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan la
NASIONAL
JAKARTA Spesifikasi laptop dapat dicek langsung melalui sistem perangkat. Cara ini berguna bagi pengguna yang ingin mengetahui jenis pro
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Ruben Onsu akhirnya angkat bicara setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana investas
ENTERTAINMENT
KUBU RAYA Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai R
NASIONAL
DAIRI Dua bocah berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh bibinya yang berinisial RS, 52 tahu
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Agus SantosoKREDIT Mikro 8 dan Tantangan Membangun Ekosistem Pembiayaan InklusifTerbitnya PerMenKo No. 7 Tahun 2026 tentang Kredit Pe
OPINI