AHY Pastikan Sekolah Rakyat di Medan Siap Beroperasi Pertengahan Juli 2026
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
JAKARTA – Kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero) yang diungkap oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait praktik culas pengoplosan Pertalite menjadi Pertamax, membuat banyak warga kecewa. Dalam praktik ini, bos Pertamina Patra Niaga diduga melakukan pengoplosan Pertalite untuk dijual sebagai Pertamax, yang akhirnya menambah kekhawatiran masyarakat.
Kehebohan ini berdampak langsung pada perubahan perilaku konsumen bahan bakar minyak (BBM). Sejumlah pengendara yang biasa mengisi bahan bakar dengan Pertamax kini beralih ke SPBU Shell, yang mereka anggap lebih terpercaya. Salah satunya, Julian (31), seorang pengendara sepeda motor yang mengatakan dirinya merasa lebih yakin dengan kualitas BBM Shell meskipun harganya sedikit lebih mahal.
"Saya awalnya isi Pertamax, tapi sejak harganya naik, terus sudah ada feeling juga sih, kayak nggak yakin gitu. Terus juga banyak yang kendala karena isi Pertamax itu motor jadi sering trouble atau tangki jadi kotor. Makannya saya beralih ke Shell," kata Julian.
Ia menambahkan, meskipun harga BBM Shell lebih mahal, yang terpenting adalah kualitasnya yang lebih terjamin. Pengendara lain, seperti Fendi (42), juga mengaku beralih ke Pertalite setelah mendengar kabar tentang oplosan Pertalite menjadi Pertamax. Fendi merasa kecewa karena sudah menggunakan Pertamax, namun khawatir akan dampaknya terhadap mesin kendaraannya.
Namun, tidak semua pengendara ikut khawatir. Beberapa pengendara lain seperti Apis (39) tetap memilih Pertamax karena merasa tidak ada perubahan yang signifikan pada performa mesin kendaraannya. "Saya sih selama ini biasa saja sih pakai Pertamax, nggak ada perubahan sih. Mesin juga aman," ujarnya.
Selain itu, beberapa mahasiswa seperti David dan Yohanes (23) yang ditemui di SPBU Pertamina Penjernihan, Jakarta Pusat, mengaku belum mendalami sepenuhnya isu dugaan oplosan tersebut. Mereka memilih mengisi bahan bakar sesuai dengan kondisi keuangan mereka pada saat itu.
Kejagung Berjanji Klarifikasi
Terkait kabar ini, Kejagung menjamin bahwa Pertamax yang beredar saat ini bukan hasil oplosan. Kejagung memastikan bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus ini dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat.
(tb/p)
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
LANGKAT Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria memikul mesin outdoor AC sambil berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer viral d
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menjajaki kerja sama strategis dengan PT Rumah Tani Nusantara (RTN) guna memp
EKONOMI
JAKARTA Rencana pelibatan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) dalam masa orientasi Program Sekolah Rakyat mendapat perhatian da
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengaku telah mengembalikan sebuah amplop yang ditinggalkan Bupati Kuantan Singingi
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta aparat keamanan meningkatkan langkah pengamanan di Papua secara terukur menyu
NASIONAL
JAKARTA Praktisi agraria sekaligus mantan pejabat senior Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dr. Bud
NASIONAL
KEPULAUAN SERIBU PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan melakukan rehab
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh menerima penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan Yayasan Lembaga Bantuan HukumKeadilan Indonesia (YLBH
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembang
PENDIDIKAN