Mentan Amran Usulkan Menu MBG Sajikan Telur dan Ayam Tiga Kali Seminggu
JAKARTA Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menyesuaikan pola menu pada program Makan Bergizi
PERTANIAN AGRIBISNIS
NGAWI – Dua oknum kepala desa di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terciduk aparat kepolisian karena terlibat dalam kasus peredaran uang palsu lintas daerah.
Bukannya menjadi teladan, kedua pejabat desa ini justru melanggar hukum dan menjadi bagian dari sindikat pengedar uang palsu antarprovinsi.
Kedua pelaku berinisial DM (42), warga Kecamatan Sine, dan ES (55), warga Kecamatan Ngrambe.
Selain itu, polisi juga menangkap tiga tersangka lainnya yakni AS (41) warga Sragen (Jateng), AP (38) warga Kuningan (Jabar), dan TAS (47) warga Lampung Selatan.
Dua nama terakhir diketahui berperan sebagai pencari pembeli uang palsu.
Kapolres Ngawi, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat pada 1 dan 15 Mei 2025, yang mencurigai adanya peredaran uang palsu di Kecamatan Ngrambe dan Sine.
"Pelaku menggunakan uang palsu pecahan Rp 100 ribu untuk bertransaksi di minimarket, agen BRILink, toko, hingga SPBU. Modus mereka terbongkar saat salah satu karyawan minimarket memeriksa keaslian uang menggunakan sinar UV," jelas AKBP Charles dalam konferensi pers, Jumat (30/5/2025).
Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap jaringan distribusi uang palsu yang melibatkan wilayah lain seperti Magetan, Madiun, hingga Sragen.
DM, ES, dan AS mendapat suplai uang palsu dari AP dan TAS, dengan skema pembelian 1:3, yaitu satu bagian uang asli ditukar dengan tiga bagian uang palsu.
"AP dan TAS bertugas mencari pembeli di berbagai daerah. Setelah ada pemesan, mereka menghubungi pemasok utama bernama Mr X untuk mengirimkan uang palsu," ungkap Charles.
Dari tangan DM, polisi menyita 308 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu.
Dari TAS, disita 5.040 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu, 4 lembar pecahan Rp 50 ribu palsu, 1.000 lembar pecahan 5.000 Brazilian Real palsu, 91 lembar pecahan 50 dolar AS palsu, 90 lembar pecahan 100 dolar AS palsu, serta lembaran rupiah palsu yang belum dipotong.
JAKARTA Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menyesuaikan pola menu pada program Makan Bergizi
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gra
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas merespons sorotan publik terkait anggaran Rp10 miliar untuk rehabilitasi Gedung Satreskri
PEMERINTAHAN
JAKARTA Banyak pengguna smartphone Android mengeluhkan baterai yang cepat habis dan performa perangkat yang semakin lambat setelah digun
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Pemerintah bersama perbankan kembali menghadirkan akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui p
EKONOMI
JAKARTA Dalam ajaran Islam, kehidupan manusia tidak berhenti setelah terjadinya kiamat. Setelah seluruh alam semesta hancur, terdapat se
AGAMA
JAKARTA Tim kuasa hukum Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa dan Roy Suryo Notodiprojo yang tergabung dalam Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Ak
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak kalangan pemuda dan mahasiswa untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah mela
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan terus memantapkan langkah untuk menjadikan ibu kota Sumatera Utara sebagai salah satu pusat Meeting, Incenti
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi jajaran iNews dan PT MNC TV bersama MNC Group di Rumah Dinas Wali Kota
PEMERINTAHAN