Safari Politik ke Lampung, Jokowi Resmi Sandang Gelar Baginda Pemuka Bangsa
BANDAR LAMPUNG Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar adat Baginda Pemuka Bangsa dari masyarakat adat Lampung Pepadun saat
POLITIK
JAKARTA — Strategi Indonesia dalam pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista), khususnya jet tempur, kembali menuai sorotan.
Pieter Pandie, peneliti senior dari Department of International Relations, CSIS (Centre for Strategic and International Studies) menilai pendekatan diversifikasi pemasok yang dijalankan selama ini justru berisiko menimbulkan inefisiensi dan mengaburkan arah geopolitik negara.
Dalam artikelnya di East Asia Forum, Pandie menyampaikan kritik tajam terhadap keputusan pemerintah yang membeli pesawat tempur dari berbagai negara.
Menurutnya, pola akuisisi yang terlalu beragam tersebut ibarat "gado-gado pertahanan", mengindikasikan fragmentasi strategi dan lemahnya kerangka perencanaan jangka panjang.
"Indonesia membutuhkan kerangka kerja yang transparan, yang mendefinisikan tujuan kapabilitas, penilaian ancaman, jadwal, serta anggaran. Tanpa itu, pengadaan alutsista hanya menjadi tumpukan aset tanpa arah strategis," ungkapnya.
Hingga kini, Indonesia telah mengoperasikan jet tempur dari Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Brasil, dan tengah menantikan pengiriman Dassault Rafale dari Prancis.
Selain itu, Indonesia juga terlibat dalam kerja sama pengembangan KF-21 Boramae bersama Korea Selatan, serta dikabarkan berminat pada F-15EX dari AS, Su-35 Rusia, dan J-10 China.
Namun, Pandie mengingatkan bahwa pendekatan seperti ini menyulitkan dari segi interoperabilitas, logistik, hingga pelatihan personel.
Perbedaan teknologi, sistem persenjataan, serta prosedur perawatan dari berbagai pemasok dapat mengganggu efektivitas dan kesiapan tempur TNI.
"Masalah ini tidak hanya berbiaya tinggi tetapi juga melemahkan efektivitas dan koordinasi operasional. Tanpa standar dan struktur yang rapi, kesiapan militer sulit dicapai," ujarnya.
Selain risiko teknis, Pandie juga menyoroti dampak geopolitik dari strategi pengadaan senjata Indonesia.
Ketika satu sisi bekerja sama erat dengan negara-negara Barat seperti Prancis dan AS, namun di sisi lain juga mendekati Rusia dan China, maka Indonesia dinilai mengirimkan pesan yang membingungkan kepada mitra strategisnya.
BANDAR LAMPUNG Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar adat Baginda Pemuka Bangsa dari masyarakat adat Lampung Pepadun saat
POLITIK
BANDUNG Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR (29) di Bandung, Jawa Barat, menyeret nama Taufik Hidayat ya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Pertahanan (Kementerian Pertahanan Republik Indonesia) menyampaikan perkembangan terbaru terkait pelaksanaan program
PERISTIWA
JAKARTA Partai Golkar menanggapi langkah Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang mulai melakukan safari politik bersama Partai Solidar
POLITIK
JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI, Yulius Setiarto, mengusulkan agar pemerintah melakukan moratorium atau penghentian sementara pelaksanaan
NASIONAL
MEDAN Menghabiskan waktu bersama keluarga saat akhir pekan bisa menjadi momen menyenangkan dengan mengunjungi pusat perbelanjaan yang me
PARIWISATA
DELI SERDANG Kebakaran hebat melanda sebuah bangunan yang diduga merupakan pabrik atau gudang sandal di Kilometer 12 Jalan Lintas Medan
PERISTIWA
JAKARTA Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur belum memberikan izin pelaksanaan siaran langsung atau live streaming pada sidang perdana p
NASIONAL
JAKARTA Harga sejumlah kebutuhan pokok di tingkat pedagang eceran nasional terpantau relatif stabil pada Sabtu (27/6/2026) pagi. Berdasa
EKONOMI
BANDA ACEH Musim durian kembali tiba di kawasan Barat Selatan (Barsela) Aceh. Ribuan penikmat buah berduri ini mulai berburu durian khas
PARIWISATA