BREAKING NEWS
Rabu, 08 Juli 2026

Eks Kabareskrim Polri Susno Duadji Sebut Kasus Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan Memalukan!

BITVonline.com - Kamis, 28 November 2024 10:52 WIB
Eks Kabareskrim Polri Susno Duadji Sebut Kasus Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan Memalukan!
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SOLOK -Eks Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Pol (Purn) Susno Duadji memberikan tanggapan terkait kasus tragis penembakan sesama polisi di Solok Selatan, Sumatera Barat. Menurut Susno, insiden yang melibatkan dua perwira polisi ini sangat memalukan dan mencoreng nama institusi Polri, terutama karena terkait dengan dugaan tambang ilegal.

Melalui saluran YouTube pribadinya, Susno mengungkapkan bahwa kejadian tersebut sangat memprihatinkan, apalagi kedua pihak yang terlibat, AKP Dadang Iskandar dan AKP Ryanto Ulil Anshar, adalah rekan sesama perwira. Insiden ini terjadi pada Jumat, 22 November 2024, di area parkiran Polres Solok Selatan, Jorong Bukit Malintang Barat, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.

“Dalam kasus ini, kita melihat ada dua polisi yang terlibat dalam penembakan, yang satu diduga membekingi tambang ilegal, sedangkan yang lain berusaha mengusutnya. Ini sangat memalukan, apalagi latar belakang kejadian ini terkait dengan masalah tambang ilegal yang semakin merajalela,” ujar Susno Duadji, yang dikenal tegas dalam penanganan masalah hukum dan ketertiban.

Susno menjelaskan bahwa penembakan ini bermula dari ketidaksetujuan AKP Dadang yang merasa terancam dengan penyelidikan yang dilakukan oleh AKP Ulil terkait tambang ilegal di daerah tersebut. AKP Dadang, yang diduga membekingi tambang ilegal, khawatir penyelidikan tersebut akan mengganggu pendapatannya dari aktivitas ilegal tersebut. Pada akhirnya, hal itu berujung pada tindakan nekat AKP Dadang yang menembak rekannya, AKP Ulil, hingga tewas.

Lebih jauh, Susno menyoroti masalah tambang ilegal yang telah menjadi persoalan kronis di Indonesia. Menurutnya, penambangan liar terus berkembang karena perizinan yang sulit dan birokrasi yang panjang, mendorong banyak pihak mencari jalur pintas dengan membayar oknum-oknum tertentu untuk membekingi aktivitas tersebut. “Kalau tambang liar pasti perlu beking, dan biasanya ada yang membekingi,” ujar Susno.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden polisi tembak polisi yang memprihatinkan, yang seharusnya menjadi perhatian serius bagi institusi Polri dalam menjaga integritas dan profesionalisme anggotanya.

(N/014)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru