MEDAN – Praktisi hukum dan Ketua Peradi Kota Medan, Dwi Ngai Sinaga SH MH, angkat bicara terkait kasus dugaan seorang anak berinisial Al (12) membunuh ibu kandungnya, Faizah Soraya (42), di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.
Dwi Ngai Sinaga menekankan pentingnya penanganan yang jeli, hati-hati, dan teliti oleh pihak kepolisian, terutama Polrestabes Medan.
Ia meminta agar pemeriksaan dilakukan oleh polisi wanita (Polwan) dengan pendampingan tim psikologis, mengingat kondisi psikologis anak yang masih rentan.
"Kita turut prihatin atas peristiwa ini. Bagaimana pun kasus ini harus ditangani secara jeli, teliti, dan ekstra hati-hati karena masih rawan dan dapat mengguncang jiwa si anak," ujar Dwi kepada wartawan, Jumat (12/12).
Dwi menyoroti laporan bahwa korban mengalami 20 luka tusukan. Menurutnya, kemampuan fisik seorang anak untuk melakukan serangan sebanyak itu sangat diragukan, sehingga tim penyidik perlu bekerja ekstra teliti.
"Jika dari pemberitaan terjadi penusukan sebanyak 20 kali, sangat meragukan kemampuan seorang anak melakukannya dengan kekuatan tenaga orang dewasa. Maka diperlukan ketelitian dan kejelian tim penyidik," ucap Dwi.
Praktisi hukum ini juga mengimbau media dan masyarakat untuk mematuhi kaidah jurnalistik anak.
Ia menegaskan agar foto dan identitas anak tidak disebarluaskan, serta tidak melakukan penghakiman sepihak.
"Melalui tim Direktorat Reserse Siber Polda Sumut, kiranya dapat dilakukan pengawasan. Kita juga siap mendampingi korban," pungkasnya.
Kasus ini bermula pada Rabu (10/12) subuh, ketika Al diduga menikam ibunya menggunakan senjata tajam di kamar lantai I rumah mereka.
Suami korban tidur di lantai II, sedangkan anak pertama mencoba menenangkan Al.
"Sekira pukul 04.30 WIB, anak pertama korban berteriak memanggil ayahnya dan berusaha menenangkan adiknya yang sedang memegang pisau. Saat ayahnya tiba, korban sudah terkulai lemas akibat 20 luka tusukan di punggung dan tangan," kata warga setempat.
Polrestabes Medan telah mengamankan Al dan melakukan pemeriksaan intensif dengan pendampingan psikologis, sementara motif kasus ini masih didalami.*
(ad)
Editor
: Adelia Syafitri
Ketua Peradi Medan Minta Polisi Hati-hati Tangani Kasus Dugaan Anak Bunuh Ibu Kandung