BREAKING NEWS
Sabtu, 11 Juli 2026

Eks Pj Bupati Langkat Bantah Atur Tender Smartboard Rp49 Miliar dan Terima Uang Rp1 Miliar

Adelia Syafitri - Sabtu, 11 Juli 2026 16:39 WIB
Eks Pj Bupati Langkat Bantah Atur Tender Smartboard Rp49 Miliar dan Terima Uang Rp1 Miliar
Bahrun Walidin alias Baron dan Faisal Hasrimy hadir memberikan keterangan dalam kasus pengadaan smartboard Langkat di Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (10/7/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Mantan Penjabat (Pj) Bupati Langkat Faisal Hasrimy membantah tuduhan mengatur pemenang proyek pengadaan smartboard senilai Rp49 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat pada 2024.

Ia juga menegaskan tidak pernah menerima uang Rp1 miliar yang disebut berasal dari proyek tersebut.

Bantahan itu disampaikan Faisal saat hadir sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi pengadaan smartboard di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga:

Sidang menghadirkan tiga terdakwa, yakni mantan Kepala Dinas Pendidikan Langkat Saiful Abdi, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Langkat Supriadi, serta Direktur PT Bismacindo Perkasa Budi Pranoto Seputra.

Dalam persidangan, Faisal membantah tudingan Saiful Abdi yang menyebut dirinya mengarahkan agar perusahaan milik Budi Pranoto memenangkan proyek pengadaan smartboard.

"Tidak benar saya menginstruksikan pemenangan tender tersebut," kata Faisal di hadapan majelis hakim.

Faisal juga menjelaskan dirinya tidak pernah menerima laporan khusus dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengenai proyek tersebut.

Menurutnya, pengadaan 312 unit smartboard merupakan usulan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.

Dalam sidang yang sama, Faisal kembali membantah tuduhan menerima aliran dana sebesar Rp1 miliar.

Tudingan itu muncul saat terdakwa Saiful Abdi mempertanyakan dugaan pengambilan uang yang disebut diantar oleh Bahrun Walidin alias Baron ke kantor DPRD Langkat.

"Baru satu menit uang diantar oleh Baron langsung diambil oleh Pj Bupati Langkat, melalui ajudan. Kenapa saksi jemput uang itu, apa maksudnya," tanya Saiful dalam persidangan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Faisal langsung memberikan bantahan.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Aliansi Pemuda Sumut Bersuara Apresiasi Polres Langkat Usut Dugaan Galian C Ilegal, Minta Penegakan Hukum Sampai Aktor Utama
Selain Febrie Adriansyah, Polri Tetapkan Don Ritto Tersangka Dugaan TPPU dari Hasil Korupsi
Resmi! Kejagung Ambil Alih Tiga Perkara Korupsi dari Polri, Ini Alasannya
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Komisi III DPR Bentuk Panja Awasi Tiga Kasus Korupsi
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi dan TPPU!
KPK Benarkan Diundang Polri untuk Bahas Tiga Perkara Korupsi, Ini Hasilnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru